Oleh: Zaeni Boli Mesti bangga dengan karya sendiri. Produksi sebuah film bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan proses yang terkadang membuat kita hampir menyerah, namun dengan …
Bengkel Seni Milenial Siap Nobar Film Karya Sendiri

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Oleh: Zaeni Boli Mesti bangga dengan karya sendiri. Produksi sebuah film bukanlah pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan proses yang terkadang membuat kita hampir menyerah, namun dengan …

Bunda Literasi Flores Timur menghadiri bedah buku Lamafa karya Fince Bataona bersama Club Baca Sura Dewa sebagai dukungan literasi generasi muda.

Festival Musik Etnik Lamaholot 2025 di Flores Timur menghadirkan musisi tradisi untuk mengangkat budaya lokal dan menarik minat generasi muda.

Oleh: Zaeni Boli Bagi bangsa Mandarin atau Republik Rakyat China, tentunya tidak asing dengan nama Mao Zedong, seorang pemimpin revolusioner yang membawa China hingga dikenal …

Pertemuan rutin Club Baca Sura Dewa di TBM Lautan Ilmu menghadirkan Ayu, Tasya, dan Alin yang berbagi pengalaman membaca, menulis, serta berdiskusi tentang karya dan isu remaja.

Di Panti Anak Cacat Panti Damian Weri digelar sebuah pentas seni budaya yang memfasilitasi anak-anak disabilitas untuk ikut merayakan kebudayaan bersama

Ngopi Puisi sendiri menjadi branding tersendiri bagi BSM. Pada gelaran ke-14 ini, mereka mengusung tema “Gen Z Membaca Sastra.”

Pertunjukan ini tidak ingin terjebak pada pemberian nasihat, tetapi mengajak kita semua untuk berefleksi bersama.

Sore itu, Kamis, 21 Agustus 2025, latihan BSM sedikit berbeda karena adanya kunjungan dari Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Petara Hurit

Catatan seorang seniman Flores Timur di forum teater internasional, tentang kesenian, dialog budaya, dan harapan bagi kemajuan daerahnya.

Perjalanan ke Teater Korek: mengenang masa belajar seni, menjalin silaturahmi, dan membawa pulang hibah buku berharga untuk TBM Lautan Ilmu

Refleksi perjalanan batin usai menonton teater, tentang pertemuan, kegelisahan, dan harapan yang terhubung dalam cerita manusia.

Perjalanan kreatif bersama Alia Silooy menjelajahi pameran seni Jakarta, dari Galeri Cipta hingga silaturahmi penuh ide dan rencana masa depan.

Hari kedua (Kamis, 7 Agustus 2025) saya berada di Jakarta, tepatnya di Taman Ismail Marzuki (TIM), pada agenda Djakarta International Theater Platform 2025.

Tapir Studio dari Malaysia tampil memukau di Djakarta Internasional Theater Platform 2025 dengan pertunjukan Tidur Lambak—sebuah teater imersif yang mengangkat isu sosial tentang sulit tidur di masyarakat urban.

Ada yang spesial dari pementasan Nara karena ada satu sosok yang bisa dibilang sebagai salah satu maestro tari di Indonesia: Mas Iwan Darmawan Dadijono, yang juga sebagai Dosen ISI Yogyakarta.

Seperti yang dilakukan oleh Nara Teater dalam lakon Ibu Tanah yang dipentas di Taman Kota Lembata. Pertunjukan ini mampu menarik animo penonton yang saat itu berada di Taman Kota Lembata.