Bunda Literasi Flores Timur menghadiri bedah buku Lamafa karya Fince Bataona bersama Club Baca Sura Dewa sebagai dukungan literasi generasi muda.
Bunda Literasi Flores Timur Hadiri Agenda Bedah Buku Club Baca Sura Dewa

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Kabar dari Timur

Bunda Literasi Flores Timur menghadiri bedah buku Lamafa karya Fince Bataona bersama Club Baca Sura Dewa sebagai dukungan literasi generasi muda.

Bungalawan, 16 Desember 2025 – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah kerja XVI – NTT mengadakan program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan (FPK) demi meningkatkan pemajuan Kebudayaan juga …

Sore itu, Kamis, 21 Agustus 2025, latihan BSM sedikit berbeda karena adanya kunjungan dari Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, Silvester Petara Hurit

Seperti yang dilakukan oleh Nara Teater dalam lakon Ibu Tanah yang dipentas di Taman Kota Lembata. Pertunjukan ini mampu menarik animo penonton yang saat itu berada di Taman Kota Lembata.

Nara Teater memilih Desa Nayubaya Kecamatan Wotan Ulumado sebagai titik pertama pentas tur Nara Teater dalam karya barunya “Ibu Tanah”.

Bertempat di Perpustakaan Daerah Flores Timur, 12–14 Juni 2025 digelar agenda kegiatan Bimtek kepenulisan berbasis konten budaya lokal Flores Timur,

Bagi masyarakat Flores Timur, ayo mari kita kunjungi Pameran Buku Gramedia di Perpustakaan Daerah

Talk Show “Insan Pembelajar” hadir dalam Pameran Pendidikan Flores Timur 2025, membahas pendidikan humanis dan nilai kearifan lokal Lamaholot.

Pada malam 25 Mei 2025, Forum TBM Flores Timur mendapatkan kesempatan untuk berbicara tentang perkembangan literasi, khususnya di Flores Timur.

Bagaimana etos kerja warga Maumere mampu menggerakkan roda ekonomi lokal? Sebuah kisah nyata yang menyentil dan menginspirasi anak muda di Flores Timur untuk bangkit dan berdaya.

Refleksi personal saat mengunjungi Pameran Arsip Digital Maumerelogia 5 di Maumere, NTT—sebuah pengalaman sunyi namun penuh makna dalam menikmati karya-karya arsip budaya di tengah teriknya siang kota.

Pementasan Imam Sabadalak dari Nara Teater hadir di Festival Maumerelogia 2025. Sebuah drama tajam, satire, dan penuh kritik sosial.

Refleksi hangat tentang suara ayam di pagi hari yang kian langka di kota besar, namun masih hidup di pelosok yang tenang. Sebuah kenangan masa kecil dan harmoni alam yang sederhana, namun penuh makna.

Nara Teater dari Flores Timur menghidupkan kembali naskah Sabadalak, menghadirkan latihan intens demi pertunjukan yang bermakna.

Kekhawatiran akan punahnya tenun ikat Flores Timur mendorong berbagai upaya pelestarian oleh sekolah dan komunitas lokal demi menjaga warisan budaya ini.

Taman Budayanya Flores Timur hadir dari tangan komunitas, bukan pemerintah—dari rumah, seni dan ekonomi lokal hidup kembali.

Pengalaman nyata perjuangan awak kapal kecil di Pelabuhan Larantuka saat air surut—kisah penuh risiko dan kerja keras yang sering tak terlihat.