PINTU SURGA – Ini film pendek penuh hikmah karya peserta Kelas Film Rumah Dunia angkatan 2020. Ini praktik baik literasi digital, latihan membuat film pendek …
Bercermin dari Film Pendek Pemulung Bisu-Tuli yang Baik Hati

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Komunitas baca dan tulis

PINTU SURGA – Ini film pendek penuh hikmah karya peserta Kelas Film Rumah Dunia angkatan 2020. Ini praktik baik literasi digital, latihan membuat film pendek …

Jika Anda punya crayon bekas, spidol, buku gambar, jangan ragu, sumbangkan saja ke Rumah Dunia. Anak-anak sangat membutuhkan.

Lomba, lomba! Anak-anak di Rumah Dunia senang dengan lomba. Kenapa? Karena ada hadiahnya, yaitu berupa makanan.

Peserta yang hadirnya hanya setengahya. Setengahnya lagi absen mintaizin, karena persiapan puasa. Tapi kelas menulis Rumah Dunia pertemuan kedua tetap berjalan.

Ayo, baca buku. Nanti main lagi. Begitulah yang terjadi di Rumah Dunia. Setiap sore.

Beri kesempatan keada anak-anak kita untuk bermain. Biarkan mereka bahagia mengenal linkungannya.

Peserta diajak dan diperkenalkan dengan beberapa lokasi yang ada di Rumah Dunia, seperti teater terbuka Tasikardi yang biasa digunakan untuk kegiatan outdoor, Auditorium Surosowan yang biasa disewa dan digunakan untuk kegiatan indoor.

Di kafe saya bertemu dengan Mas Jodi dan Mas Gol A Gong – pendiri Rumah Runia. Akhirnya ngobrol dengan Mas Gong dan mulai diskusi singkat tentang penulisan.

Rumah Dunia cuci buku, eh, cuci gudang. Silakan datang kalau butuh buku untuk taman bacaannya.

Lomba internal di Rumah Dunia sangat penting. Tentu dengan iming-iming hadiah. Itu yang dinanti anak-anak.

Pertemuan pertama Kelas Menulis Rumah Dunia ke-40 dimulai pada Minggu, 3 Maret 2024. Biasanya diisi dengan perkenalan, motivasi dari Gol A Gong. Kemudian pertemuan setiap hari Minggu, pukul 13.00 – 16.00 WIB.

Tidak penting lagi keberadaan nenek sihir, atau alur cerita hingga dua anak itu sampai ke hutan. Pokoknya ada kisah mereka menemukan rumah kue.

Di masa depan, minimal anak-cucu kita harus menguasai1 bahasa asing. Syukur-syukur bisa 2bahasa asing. Di Rumah Dunia, Bahasa Inggris dikenalkan sejak dini.

Aku melarang diriku untuk bosan, sebab aku pernah bilang ke hubby saat ia mengajak membuat sebuah tempat yang kelak kemudian bernama Rumah Dunia.

Sore ini aku janjian sama relawati yang bertetangga denganku, yang jarang bertemu karena sama sibuknya. Ia akan nimbrung mengajar, bahkan menitipkan uang yang lalu kubelikan makanan ringan untuk anak-anak ini.

Tiga tahun di garasi, Rumah Dunia pinda ke teras rumah pada 2001. Setelah beberapa novel saya disinetronkan, 2002,, kebun di halaman belakang rumah seluas 1000 M2, alhamdulillah, kami beli.

Rumah Dunia berdiri sejak 1998. Tias Tatanka adalah pendiri sekaligus relawan pertamanya.