Setiap sore aku rutin jadi relawan Rumah Dunia. Itu sudah aku lakukan sejak 1998. Kini anak-anak kecil itu sekarang sudah jadi ibu-ibu. Kini giliran anak-anaknya. aku serasa jadi nenek dan cucuku jadi banyak.
Rumah Dunia: Aku Meneropong dari Jauh

Dunia Kata, Dunia Imajinasi
Komunitas baca dan tulis

Setiap sore aku rutin jadi relawan Rumah Dunia. Itu sudah aku lakukan sejak 1998. Kini anak-anak kecil itu sekarang sudah jadi ibu-ibu. Kini giliran anak-anaknya. aku serasa jadi nenek dan cucuku jadi banyak.

Rumah Dunia itu unik. Keberadaannya diapi komplek kelas menengah dan kampung tradisional.

Aku ceritakan janjiku kepada Tuhan. Sudah puluhan buku aku tulis dan disinetronkan. Tias memintaku segera mewujudkan janjiku kepada Tuhan.

Pergantian Tahun menjadi sesuatu yang menarik dan banyak sekali orang Indonesia memperingatinya. Setiap momen menjelang tahun baru biasanya orang-orang banyak menggeler acara, baik acara kecil-kecilan …

Kerjakan hal-hal baik sekecil dan seremeh apapun. Jika tak ada juga yang memberi penghargaan, percayalah satu hal: selama ini kau hebat, hanya belum di-notice … ❤️

Ada banyak buku yang dibawa oleh Mas Iqbal dan teman-temannya. Kata Iqbal, “Ini koleksi buku kami, yang sudah tidak dibaca.”

Berbeda dengan hingar-bingar perayaan tahun baru bertaburan gaya hedonisme, kami memilih untuk sederhana. Mungkin dengan kesederhanaan itu introspeksi jadi lebih mudah dilakukan.

Di Kelas Menulis Rumah Dunia, setiap kalimat yang tertulis di dalam karya, bukan hanya sebatas kata tanpa makna, namun sudah diuji dan diberikan arahan oleh ahlinya,

Rumah Dunia mencoba merangkum dan mendokumentasikan kejahatan kemanusiaan di Palestina dalam bentuk kumpulan puisi dengan judul “Merajut Asa di Jalur Gaza”.

Selamat tinggal 2023, selamat datang 2024. Mari kita isi hari-hari 2024 dengan berkarya. Selamat berjuang!

Rumah Dunia akan mencoba memberikan apresiasi kepada anak-anak muda kreatif, inovatif, dan produktif tiap tahunnya.

Selamat tahun baru, ya. Mari kita isi 2024 ini dengan hal-hal baru yang produktif.

Lomba Menulis Cerpen Remaja Tingkat Nasional ini sebagai kaderisasi penulis untuk masa depan.

Minggu lalu aku agak miris melihat kondisi persediaan alat tulis dan gambar untuk anak-anak di Rumah Dunia. Saat itu aku berniat, jika ada rezeki akan …

Aku bilang sebenarnya cape hampir tiap hari harus ngadepin mereka. Tapi aku mau melakukannya karena aku pengin mereka merasakan dan menjalani senangnya belajar dan berkreasi sebagaimana anak-anakku dulu.

Rumah Dunia sudah berumur 21 tahun. Bisa bertahan karena bersatu. Bersatu yang membuat kuat.

Rumah Dunia bagai oase di padang pasir. Ketika semua berubah jadi tempat usaha, Rumah Dunia dengan luas 3000 meter diperuntukkan buat anak-anak bermain.