Debut Pertamaku Mengikuti Lomba Catur Non Master se-Provinsi Banten.

Bersyukur pak Derry pas lomba catur di kompleks ngabarin punya jam catur. Akhirnya saya benar-benar bisa ikut dengan perasaan campur aduk.

Di hari H jam 8 pagi saya sudah berangkat mengingat panitia menginformasikan bahwa peserta harus hadir satu jam sebelum pertandingan di mulai. Sampai di Gayatri Camp Bumi Perkemahan Lebak Wangi Walantaka, lokasi turnamen pukul sembilan kurang. Baru ada satu dua peserta yang sudah datang. M. Ali Soero pun sebagai penyelenggara terlihat mondar-mandir menyapa para peserta yang baru datang.

Setelah panitia membagikan kaos kepada 250 peserta, acara pun dimulai. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, dilanjutkan dengan sambutan ketua penyelenggara sekaligus ketua Barikade 98 M. Ali Soero. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa turnamen catur ini akan menjadi agenda tahunan, untuk menjaring potensi para pecatur di Banten.

Banyak komunitas catur yang menjadi peserta, baik dari Percasi tiap daerah maupun kelompok kelompok kecil lainnya; ada gold children, chees mawar 11, dan masih banyak lagi.

Pairing pertama saya memegang buah putih, melawan Mulyanah. 5 menit pertama Mulyanah terdesak, sayang saya melakukan blunder salah hitung saat melakukan peraduan, sehingga kalah prajurit dan berujung kekalahan.

Pairing kedua, lagi-lagi ketemu pecatur perempuan bernama Mutamimah yang memegang buah putih. Kekalahan kedua dikarenakan lama mencari nama saya di link pairing yang dibagikan panitia. Sementara waktu sudah mulai. Saat main waktu Mutamimah masih 10 menit saya sudah 7 menit. Alhasil Main saya terburu-buru berusaha menyeimbangkan waktu, bahkan karena bermain cepat, waktu saya jadi lebih banyak dari lawan, sayang saya terdesak dan lupa pertahanan. Hingga skakmat menyesakkan diwaktu lawan yang hanya tinggal hitungan detik sementara saya masih menit.

Saat istirahat dan makan siang ada satu bapak-bapak yang memberi pengarahan kepada saya. “Aa tadi padahal bisa menang memanfaatkan waktu. Harusnya tadi sbom langsung skak paksa saja nggak usah berusaha menyingkirkan gajah terlebih dahulu, memang pertukaran 2 berbanding 1. 2 sbom ditukar 1 gajah, tapi dengan begitu Aa akan lepas dari tekanan dan lawan akan kehabisan waktu.”

Banyak pengalaman menarik dari debut pertama saya ini. Saya yang awam sempet ditegur lawan main karena memencet jam catur pakai tangan kiri karena ketidaktahuan aturan.

Itulah pengalaman pertama saya mengikuti turnamen catur Fide dengan sistem pertandingan Swiss 7 babak dengan waktu 10 menit. 3 peringkat tertinggi disabet oleh Akbarov CCC dengan point penuh tak terkalahkan 7 point, sementara kedua dan ketiga diraih oleh Samsu Nugraha dan Aksel Aria Fatheka dengan point berimbang 6,5. Sementara saya sebagai pecatur pemula dari 7 kali pairing hanya menang 2x; Pairing ke 3 dan terakhir. Peringkat 202 dari 250 peserta. Haha. Lumayanlah untung masih dapat point juga. Saya harus terus berlatih, siapa tahu kelak bisa seperti Mikhail Tal pecatur jenius yang berjuluk sang pesulap dari Riga idola catur saya. Haha. Kalau mau catur dengan saya instal saja chess.com cari akun dewagoni. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==