Galuh Ibrahim, koordinator Direktorat Jaringan dan Pembudayaan BPIP menyampaikan pentingnya masyarakat untuk memahami Pancasila. Galuh berharap masyarakat khususnya pegiat literasi terus aktif menyampaikan informasi-informasi pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila kepada masayarakat dilingkungan sekitar, melalui kegiatan-kegitan atau program literasi di tempatnya masing-masing.

“Kita yang hadir di sini adalah masyarakat yang telah mengaktualisasikan Pancasila. BPIP bermaksud mendorongnya agar kita bersama-sama peduli dan berperan aktif menyamapikan informasi-informasi tentang pemahaman nilai-nilai Pancasila kepada masayarakat dilingkungan kita,” harap Galuh.

Sementara itu Nur Karim, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan Proklamator Bung Hatta menyamapikan kegiatan pada hari ini adalah kegiatan bincang-bincang dengan Duta Baca Indonesia. Ia juga menyampaikan beberapa elemen komunitas yang hadir.

“Perpustakaan Proklamator Bung Hatta mengundang berbagai komunitas di antaranya kepada Rumah Sarikat, pustakawan, relawan taman bacaan masyarakat, guru, mahasiswanya, juga para peserta dari workshop penulisan karya populer tentang Bung Hatta,” jelas Karim.

Karim berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memajukan komunitas baca di Sumatera Barat, juga agar mereka terus bersemangat menjalankan organisasi di masyarakat. Selain itu komunitas-komunitas yang ada dapat bergerak terus dalam rangka memberikan yang terbaik untuk mastyarakat, dalam hal meningkatkan budaya baca dan tentunya juga menulis.

“Para peserta yang hadir terlihat antusias dan semangat dengan kehadiran Duta Baca Indonesia di Bukittinggi. Semoga mereka dapat memanfaatkan apa yang ada di TBM sebagai potensi untuk membudayakan minat baca di Sumatera Barat,” harap pria berkacamata itu.

Sementara itu Duta Baca Indonesia dalam paparan materinya menyampaikan aktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kesehariannya. Selama ia tumbuh dewasa nilai-nilai Pancasila disusupkan orang tuanya melalui tiga hal; berolahraga, membaca, dan mendongeng.

Menurut Duta Baca Indonesia dengan ketiga hal itu, ia tumbuh dengan percaya diri, sportif, demokratis, toleran, kritis, dialogis, religius, cinta keluarga, menghormati orang tua, dan rasa nasionalisme yang kuat. Setelah dewasa kemudian ia menyampaikan nilai-nilai Pancasila dengan cara membagun komunitas Rumah Dunia.
“Nilai-nilai Pancasila lebih mudah dan menyenangkan saya susupkan melalui sastra, jurnalistik, dan film di komunitas yang saya dirikan, tanpa disadari oleh warga belajar,” ungkap Duta Baca Indonesia. *



