Drama Kemeja Kotak-Kotak dan Poster Kegiatan Safari Literasi Duta Baca Indonesia Menuju Temu Penyair Asia Tenggara II

Keesokan harinya, Minggu (18/9/2022), saya bersiap pergi ke Rumah Dunia, Komplek Hegar Alam, Ciloang, Kota Serang, sekitar pukul 11.30 WIB. Saat saya buka lemari baju dan mencari baju kotak-kotak, ternyata tak ada.

Astaga! Saya baru ingat, baju kotak-kotak saya sudah saya kasih kepada keponakan. Lantaran lengan bajunya sudah agak jangkis. Saya pun berangkat ke Rumah Dunia membawa kemeja polos.

Perjalanan dari Kibin ke Rumah Dunia saya tempuh dengan motor sekitar 30 menit. Sampai di cafe Rendez-vous Rumah Dunia, ternyata di sana sudah ada Rudi Rustiadi selaku asisten DBI, Djoe Taufik dan relawan lain yang sedang berlatih dongeng dengan Bu Tias Tatanka.

Saya kemudian menuju meja paling ujung, di sana ada Anas Al-Lubab yang sedang mengajak dua anaknya bermain sambil belajar di Rumah Dunia. Tak berapa lama Mas Toto ST Radik datang dan berkumpul dengan kami. Kami mengobrol banyak hal. Di sela-sela mengobrol itu, saya mengetik pesan WA ke Mas Gong, mengabarkan bahwa saya tidak bawa kemeja kotak-kotak. Tapi ternyata saya lupa memencet tombol kirim. Bagian ini, saya baru menyadarinya belakangan setelah selesai foto-foto.

Belum puku 14.00 WIB, Mas Gong datang ke cafe. Saya lihat Mas Gong sudah siap dengan baju kaos dalam warna hitam, dilapis dengan kemeja kotak-kotaknya. Juga ada topi hitam dan kalung Dog Tag. Mas Gong kemudian langsung mengajak kami foto, mengingat langit tiba-tiba mendung.

Saya bilang ke Mas Gong tidak bawa baju kotak-kotak. Kenapa ga bilang dari tadi? kata Mas Gong. Lalu… “Ya sudah pake ini aja,” Mas Gong melepas baju kotak-kotaknya dan memberikannya pada saya. Saya pun lekas memakainya. Sementara itu Mas Gong mengambil baju kotak-kotak yang lain.

Saat semua sudah berkumpul, kami lekas foto-foto di areal Rumah Dunia. Fotografer oleh Naufal, relawan Rumah Dunia dan Rudi. Baru beberapa jepret, gerimis mulai turun. Buru-buru Rudi mengambil foto kami satu persatu di belakang gedung Auditorium Surosowan Rumah Dunia. Selesai foto, lanjut diskusi singkat. Kata Mas Gong, untuk bagian desain poster akan diolah Kang Andi Suhud.

Nantinya poster itu akan ditempel di mobil “Si Biru”. Si Biru ini sebuat Mas Gong untuk mobil dinas Kijang Inova dari Perpusnas RI untuk memudahkan mobilitas kegiatan DBI.

Rute yang nanti akan kami tempuh: Lampung, Palembang, Lubuk Linggau, Tebo, Padang Panjang dan Payakumbuh. Dari Merak ke Lampung, menyeberang naik kapal ferry membutuhkan ongkos yang besar. Apalagi kami menggunakan mobil si Biru – mobil dinas Mas Gong dari Perpusnas RI sebagai Duta Baca Indonesia.

“Nanti disupport oleh ASDP Indonesia Ferry. Saya sudah kontak sahabat kita. Namanya Radmiadi. Dia juga puny taman bacaan bernama Perahu Pustaka,” kata Mas Gong.

Dengan 5 Personil: Duta Baca Indonesia Gol A Gong, Sastrawan Banten Toto ST Radik, dan kami para relawan Rumah Dunia yang sedang merintis sebagai penulis; Rudi Rustiadi, Ahmad Wayang dan Djoe Taufik.

Nama kegiatan kali ini: Safari Duta Baca Indonesia menuju Temu Penyair Asia Tenggara 2022 di Padang Panjang, 19 November – 5 Desember 2022. Rutenya : Lampung, Palembang, Lubuklinggau, Tebo, Padangpanjang, dan Payakumbuh. Menunya peluncuran dan bedah buku puisi Toto ST Radik – Apakah Negara? (Gong Publishing), Leksikon Gerakan Indonesia Menulis (Perpusnas Press), Film Balada Si Roy, dan catatan perjalanan Djo Taufik di Maluku.

Kegiatan ini didukung oleh; Perpusnas RI, Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), Jawara Farm, Bank Sampah Digital, Golagongkreatif.com *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==