Oleh Rudi Rustiadi – Asisten Duta Baca Indonesia
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Batang menggelar kegiatan Duta Baca Indonesia Masuk Sekolah di SMKN 1 Kandeman, Batang, Rabu (10/9). Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya baca di sekolah, khususnya para pelajar.


Hal tersebut disampaikan Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional RI, Abdullah Saneng dalam sambutannya. Ia mengingatkan para siswa untuk meningkatkan kualitas diri mereka dengan banyak membaca. Hal itu dalam rangka menyambut Indonesia Emas tahun 2045.



“Kalian sebagai generasi muda harus menjadi masyarakat yang kompetitif, unggul, berdaya saing, dan mampu menyesuaikan diri dengan kondisi. Kemampuan tersebut bisa diperoleh dengan membaca. Ingat persaingan di tahun 2045 itu tidak mudah,” jelas Abdullah.


Sementara itu Kepala SMKN 1 Kandeman menyoroti menurunnya kebiasaan membaca siswa akibat dominasi gawai. Ia menjelaskan bahwa sebetulnya gawai seharusnya menjadi alat untuk membantu proses belajar. Selain itu juga dapat mempermudah akses mencari bahan bacaan. Pada kesempatan itu ia mengajak para siswa untuk gemar membaca.


“Mari kita bersama-sama menumbuhkan kembali semangat membaca dan menulis,” ujarnya saat memberikan sambutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Batang menekankan pentingnya kegiatan literasi untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Gemar Membaca. Ia berharap kegiatan ini tidak berhenti sekali saja, tapi dilakukan secara kontinu karena dapat mendorong minat baca masyarakat, khususnya generasi muda di Batang.

Pada kesempatan itu Duta Baca Indonesia, Gol A Gong disambut antusias 500-an siswa. Gol A Gong memberikan motivasi dan pengalaman tentang pentingnya membaca dan menulis sebagai bekal para siswa menghadapi masa depan.Sebagai bentuk apresiasi, Gol A Gong membagikan doorprize berupa buku kepada siswa-siswa yang aktif bertanya dan berpartisipasi.



Kegiatan Duta Baca Indonesia Masuk Sekolah ditutup dengan pelatihan menulis fiksi mini. Sebanyak 70 siswa diajak langsung mengali teori menulis serta mempraktikkan ide dan kreativitas mereka dalam menulis cerita pendek. Sesi ini diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus pendorong lahirnya penulis muda dari Kabupaten Batang.



