Jari-jarinya tak berhenti menari di keyboard laptop. Pundaknya berat namun ia harus menyelesaikannya sebelum telat input tugas. Sesekali Chandra melirik ke sekitar. Langit sore yang makin gelap, beberapa orang masih ada dan berkutat dengan kesibukan masing-masing.
Matanya melirik ke pojok bawah kanan layar, jam memasuki pukul 5.20 PM. Chandra sudah menyimpan materi yang ia butuhkan namun sebentar lagi perpustakaan akan ditutup, tepatnya jam 6.00 PM.
“Duh, tanggung..”Gumamnya pelan.
Mata dan jari-jemari berkutat menyelesaikan tugas, satu persatu pengunjung mulai bersiap meninggalkan perpustakaan. Suara langkah sepatu dari pengunjung lambat laun meninggalkan perpustakaan.
Chandra melirik ke jam di laptopnya, masih ada 10 menit lagi. Ia pun kembali berkutat dengan tugasnya sampai ada langkah yang mendekat.
“Mas?”
“Ya Allah! Ya ampun maaf, Pak!”Chandra terperanjat.
“Perpusnya sudah mau tutup,”jelas bapak paruh baya sambil membenarkan posisi kacamata frame kotaknya.
“Pak, boleh ya.. 20 menit saja.. Di kosan saya berisik banget, saya nggak bisa konsen di sana..”Rayu Chandra.
Bapak itu terlihat ragu, “Tapi.. Ya sudah, saya tunggu di depan.”

Chandra mengembuskan napas dengan lega. Ia punya waktu ekstra untuk menyelesaikan tugas.
AC perpustakan mati, karena memang sudah waktunya tempat ini tutup. Chandra makin semangat mengetik. Tak lama kemudian beberapa lampu mati, membuat suasana jadi makin gelap dari sebelumnya.
Perasaannya makin tidak nyaman. Ruang yang gelap dan sunyi membuatnya sulit berpikr jernih. Hanya tersisa satu lamu yang menyala di dekat pintu masuk perpustakaan.
“Oke, tinggal bagian penutup aja bisa diterusin di kosan,”ucap Chandra sambil menyimpan file. Ia bergegas merapikan laptop ke dalam tas. Namun..
Lampu terakhir yang menyala pun padam.
“Pak? Pak saya masih di sini!”Seru Chandra yang gondok.
Tapi tak ada yang menjawab, suara langkah kaki selain kakinya pun tak ada. Chandra segera membawa tasnya sambil memggerutu dan memakai lampu flash dari ponsel untuk pencahayaan.
Saat langkahnya semakin dekat ke pintu, ada sosok satpam yang kaget melihat Chandra dan langsung membuka pintunya.
“Loh, Mas? Masih di sini?”Tanya satpam dengan tatapan bingung.
“Iya, Pak. Tadi saya udah minta izin ke bapak-bapak yang kayaknya udah tua..”
“Hah? Maksudnya? Bapak-bapak yang pakai kacamata?”
“Iya, yang pakai kacamata. katanya dia nunggu di depan,”jelas Chandra.
Satpam tersebut terlihat gelagapan, “Saya kunci pintunya, ya Mas,”ucapnya sambil menghindar tatapan Chandra.
Chandra bingung dan perlahan merasa bulu kuduknya berdiri, apalagi satpam itu langsung berjalan cepat meninggalkannya. Jangan-jangan..
“Sudah, Mas?”
Chandra tercekat dan menoleh ke belakangnya, bapak-bapak berkacamata itu!
“I-ya, sudah.. Tadi ada satpam ya-yang kunci pintunya terus pergi..”Jelasnya terbata-bata dengan raut ketakutan.
Bapak berkacamata frame kotak mendengus, “Dia lari ya? Dasar! Soalnya utangnya belum lunas.”
-ooo-

FIKSI MINI hadir dua mingguan mulai Mei 2024. Terbit hari Kamis. Kita tahu, fiksi mini sedang trend. Silakan mengirimkan fiksi mini karyamu. Satu lokasi, satu waktu, ada plot twist saat endingnya. Antara 250-500 kata. Silakan kirim fiksi minimu ke golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com, subjek: fiksimini. Sertakan bionarasimu 5 kalimat, foto dirimu, dan ilustrasi yang mendukung. Ada uang ganti pulsa alakadarnya Rp. 100.000,- dari SIP Publishing. Selamat menulis. Jika ingin melihat fiksi mini yang sudah tayang, klik banner di bawah ini:


