Fiksi Mini: Jatuh Cinta Kepada Rudi

Rudi berdiri merapat ke tembok. Tubuhnya terhalang tanaman pucuk merah. Sejak tadi kedua matanya tidak berkedip, menatap marah kepada Toni dan Agnes, yang duduk bermesraan di sudut café. Candle night menghiasi meja mereka.

“Sekarang kamu percaya kan! Aku nggak nyebar hoax!” Yanto tersenyum.

“Aku nggak nyangka! Agnes!” Rudi mengepalkan tangan kanannya.

“Sudah! Lupakan! Masih ada aku yang mencintaimu,” Yanto meraih tangan kiri Rudi, meremasnya dengan mesra.

Rudi menepis dengan halus. “Aku mohon maaf. Tanpa bermaksud menyakitimu. Kita berteman saja, To! Sekarang aku memikirkan omongan Mama! Selama ini aku salah jalan!”

Rudi membalik, pergi, dan meninggalkan Yanto yang berdiri mematung.

– ( Gol A Gong /Gambar: news.detik.com)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5

Fiksi Mini: Email Dewan

Doni merapikan foto kopi KK, KTP, dan kartu nikah ke map hijau. Farhan menatapnya curiga.

Burhan meletakkan segepok uang di meja, “Lima juta!”

“Sepuluh juta, Abah!” Doni mengingatkan.

“Abah ingin nama imelnya ‘jawara’, ya! Supaya semua orang di internet takut sama Abah!“ Burhan alias si Abah, berdiri dan bertolak pinggang.

“Asiaaaap, Abah!” Doni memasukkan segepok uang bertuliskan Rp. 5 juta ke tas kecilnya.

“Tunggu, ya! Abah ambil uang sisanya!” Burhan masuk ke kamar.

Farhan berbisik, “Jadi, bikin email bayar sepuluh juta dan berkas-berkas itu termasuk persyaratannya?”

Doni menahan tawa.

“Dasar timses sialan kamu!” Farhan menggelengkan kepalanya.

“Begitulah kualitas anggota dewan kita. Tidak makan sekolahan, cuma bermodalkan uang saja. Sebelum dia nipu kita nanti buat balik modal, kita tipu dulu dia!”

(Gol A Gong/Foto medcom.id)

Please follow and like us:
error1
fb-share-icon0
Tweet 5