Tidak lama Dion ke luar dari kamar mandi. Ketika hendak memasukkan uang kertas 2000-an ke kotak amal, seorang perempuan memukul kepalanya.
“Kenapa tiba-tiba memukul saya, Mbak?” tanya Dion, sambil mengelus kepalanya yang dipukul dengan penggaris oleh si perempuan.
“Kamu kan! Tadi ngelecehin saya, kan! Di tempat jualan pakaian tadi!” tegas si perempuan, mukanya merah terbakar emosi.
“Apaan, saya lihat Mbak saja baru sekarang! Jelek-jelek gini juga, saya ini jebolan pesantren! Mbak salah orang kali!” timpal Dion, dengan nada suara lebih tinggi.

Seketika si Mbak mengingat ulang kejadian beberapa menit lalu. Dia menjelaskan, saat dirinya sedang asyik berjalan kaki di antara keramaian orang di pasar. Ia sadar ada tangan jail yang meraba-raba pantatnya. Orang yang melakukan pelecehan seksual kepada diri berlari. Tapi, si Mbak bisa mengenal citi-cirinya.
“Saya yakin kamu! Jaketnya sama, item!” si Mbak yakin. Dia berjalan ke belakang Dion. “Tuh, bener! Ada gambar tengkoraknya!” Si Mbak menunjuk punggung Dion.
Orang-orang di sekitar kamar mandi umum yang mendengar keributan mereka berdua, segera melerai dan menanyakan perihal apa yang sedang diperdebatkan. Adi, si penjaga kamar mandi, yang baru pulang dari salat dzuhur di mushola pasar, mendekati Dion.
“Wah, ente pake jaket baru, nih!” Adi meraba-raba jaket hitam Dion
“Gara-gara jaket ini, ana dituduh ngelecehin sama Mbak ini!”
“Emang kamu!” si Mbak menunjuk kesal.
“Mana buktinya! Enak aja nuduh orang!”
“Ente ini, Dion! Ribut-ribut sama si Mbak! Malu, tau! Itu dagangan tempemu banyak yang antre mau beli! Ditinggalin lagi!” Adi tertawa.

“Gini, Adi!” Dion menjelaskan apa yang sedang terjadi kepada Adi, si penjaga kamar mandi umum.
Di sela-sela perdebatan panjang yang sedang terjadi. Dion curiga dengan kamar mandi di sebelahnya. Dari tadi pintunya tertutup terus.
Tok, tok, tok!
“Ada orang di dalam?” saut Dion.
Namun, tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi.
Dion dan Adi mendorong pintu namun terkunci dari dalam. Dion penasaran dan terus menggedor pintu kamar mandi. Adi bahkan sip mendobrak.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Seorang lelaki mengenakan jaket hitam bergambar tengkorak, muncul dan mendorong Dion hingga terjatuh. Dia segera berlari. Si Mbak hanya bisa melongo.

REDAKSI FIKSI MINI: Fiksi Mini tayang setiap hari Kamis. Silakan mengirimkan fiksi mini karyamu. Satu lokasi, satu waktu, ada plot twist saat endingnya. Antara 250-500 kata. Silakan kirim fiksi minimu ke golagongkreatif@gmail.com, subjek fiksimini. Sertakan bionarasimu 5 kalimat, foto dirimu, dan ilustrasi yang mendukung. Ada uang ganti pulsa alakadarnya Rp 100.000 untuk ngopi dan ganti pulsa dari SIP Publishing. Selamat menulis.



