Tentu saja, diam-diam saya mencari-cari di tengah keramaian, yang mana sih, Gol A Gong? Bacaan masa remaja, ah, saya tak mampu menarik kenangan. “Itu Golagong!” Mas Bojo memberitahu saya, saat Gol A Gong melintas di hadapan kami.

Sedikit terburu-buru, sibuk dengan acara yang saat itu digelar, peluncuran dan pameran buku. Saya lupa, buku siapa yang dibedah saat itu.Saya masih malu-malu dan tak menyapa, apalagi minta foto dan tandatangannya.


