SDK Lamenais menjadi salah satu penerima manfaat setelah program ini sebelumnya berjalan sukses di SMPN Lewolema. Kehadiran TBM Lautan Ilmu di SDK Lamenais membawa 20 buku bacaan non-pelajaran untuk kategori B1, B2, dan B3, yang dirancang khusus untuk menarik minat baca anak-anak usia SD. Buku-buku ini, yang meliputi cerita inspiratif dan bacaan edukatif, diharapkan menjadi sarana efektif dalam menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.
Program ini merupakan langkah lanjutan dari keberhasilan TBM Lautan Ilmu yang pada Agustus 2024 lalu menerima bantuan buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kini, TBM Lautan Ilmu berkomitmen memastikan manfaat dari bantuan ini dirasakan lebih luas, sebagai bagian dari misi mendukung generasi emas Indonesia 2045.


Flores Timur, yang sejak 2018 ditetapkan sebagai kabupaten literasi, menghadapi tantangan untuk terus menjaga dan memperkuat semangat literasi. Kolaborasi seperti yang dilakukan TBM Lautan Ilmu menjadi contoh baik untuk mendorong TBM lain di Kota Larantuka agar aktif melibatkan diri dalam program literasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kegiatan literasi seperti Gulir Buku menegaskan pentingnya sinergi antara TBM dan sekolah-sekolah. Kepala SDK Lamenais mengungkapkan apresiasinya atas inisiatif ini, yang menjadi langkah kecil namun berarti dalam membangun budaya baca yang kuat di kalangan siswa.

Semoga gerakan literasi yang digagas TBM Lautan Ilmu ini dapat menjadi inspirasi bagi para penggiat literasi di mana saja, khususnya di Flores Timur, untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.



