Selepas Maghrib, saya dan Gusur berlomba ke perempatan Slipi, berburu buku bekas. Jika dia datang lebih dulu, buku-buku bekas yang bagus sering dipisahkan dan ditawarkan kepadaku.

Jika saya kehabisan uang, Gusur selalu menyediakan halaman majalah Generasi Muda yang dikelolanya untuk aku isi tulisan dan aku mendapatkan honor untuk menyambung hidup. Kalau nebeng makan siang terus bersama Boim Lebon di rumah Hilman Hariwijaya , malu juga.

Ketika aku dan Tias keliling Asia, Gusur mendukung dengan membelikan kamera DSLR. Kewajiban kami menulis catatan perjalanan di tabloid Gaul. Cerbung kami yang berjudul “Backpacker Surprise” juga tayang di tabloid Gaul.

