Ipi Yanto: Mencintai Lingkungan dengan Maggot

Beruntung, alamat peternakan magot ini dapat ditemukan dengan mudah. Saat saya turun di mobil, saya sudah berpikir akan mecium bau buruk dari sampah dan belatung. Tapi ternyata tidak sama sekali. Gol A Gong menyuruh Rudi untuk merekam kegaitan kali ini yang nantinya akan dipublikasin di YouTube Gol A Gong TV. Sambil menunggu suting untuk kebutuhan Youtube, saya melihat biopot, limbah sampah organik, mesin giling sampah, dan melihat barang produksi dari magot

Saya melihat maggot, ayam kalkun yang diberi pakan magot dan masuk ke kandang BSF. Yang lebih mengkhawatirkan adalah mencicipi goreng magot, rasanya gurih saja. Setelah selesai Gol A Gong suting dengan Ipi Yanto, saya mengajak wawancara untuk kebutuhan golagongkreatif.com

Boleh dijelaskan dong awal mula pembentukan tempat magot ini. Kan katanya Pak Ipi awalnya menjabat sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang. Boleh dong dijelaskan?

“Pada waktu saya menjabat di Dinas Lingkungan Hidup Kot Serang, saya dipercaya oleh Pak Wali Kota Waktu itu pada tahun 2019. di Pertengan tahun saya dimutasi ke Dinas Lingkungan Hidup. Pada saat itu saya melihat beberapa hal yang paling penting menurut saya. Pada saat saya memperlajari tugas-tugas pokok tersebut baru ingin mengenal lebih jauh, ternyata itu ada pelimpahan kewenangan dari dinas lain yaitu terkait dengan ruang terbuka hijau yang semula ada pada Dinas Perumahan dan Pemungkiman

“Berarti masalah ini bukan hanya pencemaran semata akan tetapi juga dampak dari pelayanan publik juga. Nah, melihat hal itu saya mecoba road show terhadap wilayah-wilayah yang menjadi kewenangan lingkungan hidup saat itu. Saya melihat keberadaan TPS itu ada berapa? Menampung berapa sampah? Yang kedua bagaimana dengan TPA Cilowong. TPA ini dibangun sejak tahun 1995 artinya sudah cukup lama. Kok ini ada bangunan, berarti ini TPS proses untuk mengurangi sampah yang organik 30 persen dan non-organiknya 70 persen dibuang ke TPA.

“Ini ada seusuatu yang mengganjal dalam diri saya, kenapa pekerjaan itu harus terpisah kok ada 3R yang satu lagi ada penangan yang secara tradisional apakah dengan magot? apakah dengan lubang daur sampah? Tempat olah sampah gitu? Saya berpikir ada sesuatu yang kurang. Akhirnya saat saya menjabat saya mecoba mengkombinasi menyatukan dari hal tersbut menjadi satu kesatuan.

“Bagaimana caranya kalau dengan magot apakah ini bisa memberikan solusi? Akhirnya secara perlahan-lahan, maka diambillah tempat ini. Tempat ini diambil tahun 2010 dan saya ambil tahun 2019 tempat ini terbengkalai. Malah di sini banyak kandang kerbau, kubangan. Kok ini tidak dimanfaatkan tempat ini? Di mana letak kesalhannya? Setelah sampah ini dikurangi, masyarakat bingung dimana tempat pembuangannya?

“Akhirnya saya memberanikan bersama teman-teman untuk merehab tempat ini. Habis puluhan juta. Artinya, yang kami lakukan ini bukan kelebihan uang, tapi ini adalah untuk menunjukan kepada masyarakat ini lho yang dikatakan menyelesaikan sampah. Saya tahu kultur masyarakat kita ini tidak bisa diajak bicara kalau tidak melihat bukti. Ini meruapakan bentuk edukasi kepada masyarakat. Nah, dari hal tesebut sudah berjalan dan alhamdulillah ternyata ini cukup efekif. Kita melakukan uji coba juga dan menyampaikan ke beberapa media.

“Satu gram telur magot itu akan menghasilkan satu sampai dua kilo magot. Dari satu kilo magot dalam teorinya itu dapat menyelesaikan sepuluh kilo sampah organik. Artinya, mungkin orang pada saat menyampaikan itu berpikir basicnya bukan orang tehnik lingkungan dianggapnya omong kosong, bullshit (mimpi di siang bolong). Saya jelaskan kenapa saya berani mengatakan persatu kilo dapat menyesaikan sepuluh kilo sampah. Itu karena sampah itu kita tidak lembar begitu saja, tapi kami lakukan pencacahan, pemilahan ini akhirnya memberikan lebih mudah memebrikan kepada magot.

“Coba kalau kita kasih satu biopot itu kita isi empat puluh lima kilo magot, apakah ia dia dapat menangani sampah sampai empat ratus limapuluh? Nah Akhirnya kita coba. Ternyata dalam uji coba itu tidak berbeda jauh. Paling-paling sekitar tigaratus sembilan puluh tidak jauh-jauh. Berarti ini bisa menjadikan satu solusi. Kalau seandainya biopot berjumlah tiga puluh 34?,” katanya kepada saya pada 14 Juli 2022.

Berapa lama magot dapat menghabiskan sampah tersebut?

“Satu hari. Jadi kalau misalnya ada 34 biopot peritunganya bisa sampai 10 sampai 12 ton dong. Berarti ini adalah solusi. Begitu saya berpikir bagaimana kalau ini diterapkan di 67 kelurahan yang ada di Kota Serang, masalah sampah clear (selesai). Masalah sampah non-organik saya pun mencari satu solusi. Kemaba buangnya? Dan saya mau semua jenis non-organik bisa ditampanung di salah satu atau tiga tempat indutri sebagai salah satu solusi.

“Oleh karenanya saya mencoba menjalin hubungan terus saya mencari komunikasi untuk berkembang biak. Karena saya sejak dulu kerja tidak pernah membicarakan profit. Karena niatan saya ini adalah pusat edukasi untuk masyarakat petani, perkebunan, perikanan, kami mecoba memberikan satu solusi. Kami ingin mencoba merubah gaya pertanian, perkebunany kami sudah mencari solsui ke arah sana. Begitu masyarakat peternakan kebingunan mencari pakan ayam, pakan ikan, dan ini adalah bagian dari solusi,” ujarnya.

Kebanyakan mereka memproduksi maggot, mereka kelimpungan dalam hal menjual. Apakah ini sudah dijual ke masyarat?

”Kalau kita sih kemarin sudah datang sendiri ke sini. Malah kita yang mabok. Kemarin kita diminta satu minggu harus menyediakan 5000 kilo. Saya sampai mabok, karena kebutuhan yang di sini belum bisa dipenuhi. Tadinya kita tidak berpikir profit, yah. Berpikir itu edukasi merupah mindset masyarakat. Sederhananya kalau sampah itu diperlakukan dengan baik, Insya Allah kepada kita akan membawa kebaikan. Tapi kalau sampah diperlakukan dengan tidak baik, maka akan muncul masalah. Banjir, diare, dan lainnya,” kata Ipi.

Pada saat membuat kandang BSF, respon masyarakat seperti apa?

“Dianggapnya saya iti gila. Nggak ada pekerjaan Kepala Dinas mainin belatung. Dan kalaupun itu pun saya ceritakan kami keluar uang, itu nggak ada yang percaya. Terkadang saya sebagai manusia terpancing dong emosi saya,” katanya.

Munculnya ide ini apakah hasil studi banding atau bagaimana? Di luar kota sudah banyak kok yang seperti ini?

“Jadi sebetulnya kalau di daerah-daerah lain itu parsial. Kalau magot ya magot. Kalau sayakan kombinasi dari program pemerintah ke masyarakat. Apa yang dicanangkan dalam regulasi untuk mengurangi sampah 30 persen di hulu 70 persen di hilir saya balik. 70 persen di hulu 30 persen di hilir dan saya melakukan kombinasi dalam hal itu,” katanya.

Apa saja yang sudah diprokusi oleh Pak Ipi sendiri dari magot ini?

“Kompos, pelet, magotnya juga kita jual. Jadi yang umur 7 hari itu untuk burung berkicau itu harganya 20 ribu perkilo. Untuk yang besar kita jual 7-10 ribu. Kalau dia beli partai besar kita jual 7 ribu,” ujarnya.

Rencana kedepannya apa yang akan Pak Ipi lakukan?

“Kita akan membentuk banyak plasma. Plasma yang sudah ada nih kita berharap berkembang lebih banyak lagi. Kita berkembang sebagai induk. Di Lpang ada dua, di Pasar Rawu ada satu, di darah Taktakan ada dua,” katanya.

Harapannya Pak Ipi kedepannya bagaimana?

“Harapan kedepannya masyarakat bisa terlibat dalam menangani sampah. Yang kedua, mari kita rubah cara berpikir kita dalam memperlakukan smapah itu dengan baik. Jangan menyalahkan siapa-siapa. Bahwa ini adalah tanggung jawab kita bersama. Selanjutnya, dengan adanya program semacam ini bisa belajar bersama-sama dengan kami. Kami juga menyediakan waktu untuk diskusi untu masyarakat terkait dengan masalah pertanian, perkebunan, dan peternakan,” pungkasnya.

Sayang, waktu wawancara terhenti karena saya dipanggil oleh Mas Gong untuk segera bersiap pulang. Maklumlah waktu sudah menunjukkan pukul 17:10 WIB. Kami langsung bergegas dan beruntung sekali saya bisa berkenalan dan mengambil pelajaran dari sosok Pak Ipi ini.*

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==