Jalan Kaki ke Laut Kapia dan Menara Perawan

Kota Baku, Azerbaijan mulai terang pukul 08’00. Aku langsung keluar apartemen, menuju jalan raya. Satu-dua warga Baku juga menyusuri trotoar. Aku mengikuti arus saja, terus ke arah matahari terbit.

Seperti pernah aku tulis sebelumnya, trotoar dan bangunan pertokoan atau perkantoran tidak memiliki halaman tapi langsung ke trotoar. Itu membuatku merasa nyaman dan aman. Mannequin yang mengenakan brand ternama di etalase seolah tersenyum. Itu mengingatkanku pada film Hollywood berjudul “Mannequin” (Andrew McCarthy, 1987); tentang seorang pekerja kreatif yang jatuh cinta pada Mannequin buatannya sendiri.

Aku terus menyusuri kota Baku di pagi hari.  Suhu sekitar 14 derajat. Menurut Google, Ibu kota Azerbaijan ini di pesisir Laut Kaspia, adalah salah satu pemukiman tertua di kawasan Kaukasus dengan jejak arkeologi dari Zaman Batu. Kota ini berkembang pesat sejak abad pertengahan, menjadi pusat perdagangan dan budaya, terutama setelah menjadi ibu kota Shirvanshah pada abad ke-12, dan dikenal sebagai pusat industri minyak global sejak akhir abad ke-19. 

“Arti Baku, sering dijuluki Kota Angin,” kata Sofia. Ya, aku sudah mengalaminya ketika tiba kemarin malin. Sudah mah dingin rintik salju, anginnya kencang.

Tiba-tiba jalan ini mentok. Ada pertigaan. Di depanku Laut Kaspia. Ketika di SMP, saat pelajaran geografi, Laut Kaspia sudah ada di benakku. Itu petualang dari Asia Tengah ke Eropa Timur. Aku sudah membayangkan berlayar dari Turkmenistan ke Azerbaijan. Tapi Turkmenistan tertutup.

Aku terus berjalan. Aku berhenti. Mataku tertumbuk ke Menara Perawan (bahasa Azerbaijan: Qız Qalası), monumen abad ke-12 di Kota Lama. Ini masuk kategori warisan dunia UNESCO.

Kenapa disebut Menara Perawan? Ini entang putri raja yang akan dinikahi ayah kandungnya. Si Putri minta dibuatkan menara untuk merenung. Tapi ternyata dia bunuh diri dengan melompat ke Laut Kaspia untuk menghindari pernikahan paksa dengan ayahnya. Nama “perawan” (Maiden/Qız) merujuk pada fakta bahwa menara abad ke-12 ini belum pernah ditaklukkan.

12 Februari 2026
Gol A Gong
Traveler, Author

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==