Jurnalis Warga Banten Menggelar Diskusi Tantangan Jurnalisme di Rumah Dunia

Felix Lamury, eksekutif direktor Asosiasi Media Siber Indonesia menerangkan dunia saat ini sudah sangat canggih. “Teknologi telah merubah pola pikir dan cara pandang manusia di era digital. Masyarakat berbondong-bondong membuat konten di sosial media tanpa memikirkan dampak baik atau buruk,” ungkapnya.

Francisca Christy Rosana, jurnalis Tempo menjelaskan peran wanita sebagai jurnalis di era sekarang. Menurutnya wanita memiliki andil dan tupoksi yang sama dengan jurnalis laki-laki. “Wanita bisa saja terjun untuk meliput berbagai peristiwa yang mencekam, seperti di medan perang atau konflik tertentu.”

“Namun Perempuan dalam konteks lahiriah memiliki kontrol emosi yang tidak stabil, memiliki tanggung di rumah sebagai ibu, mendidik seorang anak, sehingga kapasitas kebebasan dalam jurnalistik dibatasi ruang-ruang yang disebutkan tadi,” lanjutnya.

Yosep Suprayogi, Pemred Betahita memaparkan jurnalisme warga sebagai kekuatan yang dapat membantu jurnalisme profesional dalam menjalankan tugas.

“Masyarakat umum bisa memberikan informasi dengan apa adanya, namun permasalahannya tidak memiliki payung hukum yang dapat melindunginya dari ancaman tertentu. Berbeda dengan jurnalisme profesional yang memiliki hak dan payung hukum, sehingga lebih leluasa dalam membuat berita.”

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==