Di sebuah sekolah, Rafi dan Dion mencoret-coret dinding kelas dengan spidol permanen. Mereka sama-sama tertawa puas melihat “karya seni” mereka. Tapi saat guru datang dan marah besar, Dion langsung menyembunyikan spidol ke dalam tas Rafi.
Rafi yang miskin, tidak bisa membela diri. Dion, anak kepala yayasan, hanya ikut-ikutan melihat.
“Pak, saya… saya nggak sendiri…” Rafi terbata.

Tapi guru hanya menunjuk: “Kamu yang pegang buktinya. Kamu yang dihukum.”
Dion tersenyum tipis. Ia melenggang pergi sambil berkata dalam hati: “Karam berdua, tapi basahnya cuma dia.”
Tim GoKreaf/ChatGPT



