Apalagi saat menyampaikan, “Setelah salat iedul fitri mari kita saling bermaaf-maafan. Kita ini tidak sempurna, pasti ada salahnya. Kita minta maaf kepada istri, kepada suami, kepada tetangga kita, anak-anak kita. Sebahai orang tua, kita tidak selamanya benar. Pasti ada salahnya.” Mata khatib berkaca-kaca dan bibirnya bergetar.

Kemudian ustadz mengatakan lagi, “Setelah lebaran itu ada 4 hal yang harus kita praktikkan dalam keseharian kita. Pertama, kita hidup tidak boleh berlebihan. Kedua, “Bersedekah. Ketiga silaturahmi menengok tetangga yang sakit. Keempat tidak boleh saling menyakiti.”

Saya terkesan dengan isi khutbah yang disampaikan Ustadz Solihan, warga di blok B. Dia menyampaikannya dengan cara yang sederhana tapi menyentuh. Lebaran kali memang istimewa, karena kami yang sehat kemudian berkunjung door to door ke warga yang sakit.

Rumah pertama, kami menengok Pak Iswandrianto. Kedua, ke Bu Sri. Ketiga ke rumah Pak Musa, mertuanya sakit.
Ini link videonya:


