Literasi Seru Bersama Sekolah Enuma Bahasa Indonesia

Dipandu Syaheena yang cerah ceria, menggiring orang untuk ikut. Acara dibuka oleh Thabita, yang menjelaskan apa itu Sekolah Enuma Bahasa Indonesia.

Sekolah Enuma merupakan aplikasi belajar bagi anak-anak. Sudah delapan bulan lalu aplikasi ini diluncurkan di Indonesia. Di aplikasi Enuma anak-anak bisa belajar literasi, dari pemainan, membaca, dan video literasi. Sekolah Enuma Bahasa Indonesia dibuat oleh Enuma Inc. Kantor pusatnya ada di California. “Sekolah Enuma Bahasa Indonesia ini dibuat untuk belajar anak-anak emapt sampai sembilan tahun. Aplikasinya gratis dan tanpa iklan. Jadi aman untuk anak-anak,” jelas thabita.

Dalam acara tersebut Gol A Gong dan Tias Tatanka mengungkapkan lima rahasia gemar membaca. Pertama Bernilai Ekonomi Tinggi. Gol A Gong menjelaskan dari kebiasaan membaca kita akan terangsang untuk menulis. Ketika kita menulis novel misalnya Ketika dititerbitkan, akan mendapatkan royalty. Kemudian novel kita bisa difilmkan, juga ada royaltinya. Lalu menjadi naramumber.

Tias Tatanka menambahkan, anak pertamanya sejak umur depalan tahun sudah menulis novel. “Jadi dia membiayai bayaran sekolahnya sendiri dari SD,” tutur Tias.

Kedua Melihat Dunia. Misalnya membaca buku dengan latar tempat sebuah kota atau negara, maka kita ingin pergi ke tempat itu. Tapi, jika tidak punya rezeki, kita bisa melihat dan mengunjungi tempat atau lokasi di dunia lewat membaca.

Ketiga merdeka belajar membaca dengan berbagai cara. Tias Tatanka menjelaskan bahawa keempat anaknya belajar dengan cara mereka yang berbeda-beda; ada yang dibacakan lalu merespon, ada yang harus dengan derakan, ada juga ada yang harus diam belajar sendiri. “Kami membebaskan cara belajar mereka.” Gol A Gong menambahkan belajar tidak harus di sekolah. Bisa di rumah, perpustakaan, bahkan jalanan. “Saya suka meminta izin ke sekolah satu minggu tidak masuk sekolah. Saya bawa traveling, lalu saya kenalkan tranportsasi misalnya, kuliner khas daerah, dan lain-lain.”

Keempat bercita-cita tinggi. Dengan membaca anak-anak akan punya cita-cita tinggi. “Saya punya teman suka melarang-larang anaknya tidak boleh main HP, padahal di HP juga anak-anak kita juga bisa membaca. Ketika anaknya ditanya apa cita-citanya, dia tidak bisa menjawab, barangkali itu karena wawasannya yang sedikit. Cita-cita selain didukung dengen modal, membaca adalah jalan keluar untuk mewujudkan cita-cita kita. Banyak orang yang sukses dengan membaca, saya misalnya,” jelas Gol A Gong.

Kelima peduli pada lingkungan. Tias Tatanka menjelaskan semanjak membuat Rumah Dunia anak-anak kami terbiasa melihat kami sharing kepada orang lain. Dari peristiwa itu kami yakin itu adalah bekal untuk anak-anak di kemudian hari. Apa yang mereka lihat menjadi pembelajaran secara langsung. “Anak-anak kami bisa menilai bahwa kepada sesama harus saling berbagi. Sehingga mereka bisa peduli terhadap lingkungan atau masyarakat di sekitarnya,” jelas Tias. *

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==