Mahasiswa KKM Tematik Literasi Kelompok 103 Untirta Menginisiasi Pojok Baca di Desa Pabuaran

PABUARAN, SERANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik Literasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kelompok 103 berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menginisiasi berdirinya pojok baca di kantor Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang. Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong minat baca masyarakat desa sekaligus memperkuat budaya literasi di desa Pabuaran.

Potret Pojok Baca di kantor desa Pabuaran, Selasa (15/07/2025). Sumber: Dokumentasi Pribadi

Pojok baca tersebut memanfaatkan ruang arsip lama yang sebelumnya hanya berisi dokumen dan buku yang jarang digunakan. Mahasiswa KKM melakukan penataan ulang, mendata koleksi buku yang masih layak, dan mengelompokkan sesuai kategori agar mudah diakses. “Kami ingin memaksimalkan aset yang sudah ada sehingga benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Ketua KKM kelompok 103, Nizar Rizki.

Proses penataan ulang, pendataan, dan stampling buku di Pojok Baca kantor desa Pabuaran, Sabtu (12/07/2025). Sumber: Dokumentasi Pribadi

Tak hanya menata koleksi, mahasiswa juga mendekor ruangan agar lebih ramah pengunjung, sehingga masyarakat merasa nyaman dan tertarik untuk mengunjungi Pojok Baca di kantor Desa Pabuaran. Para mahasiswa KKM literasi kelompok 103 membuat karya seni bertema literasi seperti komik poster edukasi maupun lukisan gambar sebagai hiasan serta memasang rak buku baru, dan menambahkan karpet untuk menciptakan suasana nyaman, terutama bagi anak-anak.

Sistem peminjaman sederhana dengan pencatatan manual turut diterapkan agar warga dapat meminjam dan mengembalikan buku dengan mudah.

“Kami ingin pojok baca ini menjadi lebih dari sekadar rak buku, hitung – hitung untuk mengisi waktu ketika sedang mampir di kantor desa— jadi, kami ingin menjadikannya pusat kegiatan literasi masyarakat,” tambah Nizar.

Ketua berharap menjadikan pojok baca sebagai upaya untuk membangun semangat literasi, jadi ketika ada pengunjung di kantor desa mereka bisa mampir sejenak untuk mengunjungi pojok baca  yang berada di lantai bawah kantor desa.

Kegiatan Pembukaan KKM Literasi Kelompok 103 Untirta di kantor desa Pabuaran, Kamis (10/06/2025). Sumber: Dokumentasi Pribadi

Kegiatan KKM Tematik Literasi secara resmi dibuka pada Kamis, 10 Juli 2025 di aula kantor Desa Pabuaran. Acara tersebut dihadiri kepala desa, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan (DPL), dan mahasiswa. Kepala Desa Pabuaran, Ahmad Suryawan, menyampaikan apresiasinya.

“Kami sangat mendukung dan menyambut baik kehadiran mahasiswa Untirta yang membawa semangat literasi. Pojok baca ini diharapkan menjadi wadah untuk menumbuhkan budaya membaca, terutama bagi generasi muda,” ujarnya.

Penyerahan almamater Untirta sebagai simbolis pembukaan KKM Literasi 103 Untirta di kantor desa Pabuaran, Kamis (10/06/2025). Sumber: Dokumentasi Pribadi

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL)  KKM 103, Dedi Mulia, menambahkan, “Program ini adalah wujud nyata pengabdian mahasiswa. Kami berharap keberadaan pojok baca ini akan memberdayakan masyarakat melalui literasi.” Salah satu perangkat desa yakni Ibu Ira Mayasari selaku pengelola perpustakaan desa, memastikan keberlanjutan program, “Kami siap menjaga dan mengembangkan pojok baca ini setelah mahasiswa menyelesaikan masa baktinya.”

Kegiatan Literasi Desa “Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan” di pojok baca kantor desa Pabuaran, Kamis (14/07/2025). Sumber: Dokumentasi Pribadi

Untuk menarik minat anak-anak desa dalam membaca di Pojok Baca Kantor Desa Pabuaran, mahasiswa KKM kelompok 103 menjalankan program literasi yang telah ditentukan oleh Perpusnas RI dalam program KKM Tematik Literasi, salah satunya berupa “Menulis Cerita Berbasis Buku Bacaan” yang diadakan langsung di pojok baca.

Anak-anak diminta menulis cerita berdasarkan buku yang telah mereka baca sehingga program ini bertujuan melatih kemampuan literasi anak-anak agar mampu menuangkan ide dan imajinasi mereka setelah membaca buku, serta meningkatkan kreativitas dan mendorong kemampuan daya berpikir kritis anak . “Aku senang bisa belajar nulis cerita di sini, bukunya seru-seru dan ceritanya bagus,” ungkap Rifa (11), salah satu peserta.

Meski demikian, akses ke pojok baca masih menjadi kendala bagi sebagian anak, sehingga tidak semua anak bisa rutin mengunjungi pojok baca. Sebagian mengaku kesulitan karena harus menyeberangi jalan raya dari kampung tempat tinggal mereka.

“Kalau mau ke sini harus nyebrang jalan besar, jadi nggak bisa sering-sering,” kata Dadan (12).

Menanggapi hal ini, Pengelola Perpustakaan Ira Mayasari mengatakan, “Kami akan mempertimbangkan program jemput bola atau kegiatan literasi keliling agar anak-anak dari kampung sekitar lebih mudah ikut serta.”

Mahasiswa KKM berharap pojok baca ini dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai kegiatan literasi lanjutan di Desa Pabuaran. “Semoga ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem literasi di desa, dan warga semakin akrab dengan membaca,” pungkas Nizar.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==