Inisiatif mahasiswa tersebut mendapatkan dukungan dari kepala desa setempat, Heri Naufalie. Sehingga tokoh masyarakat dan para remaja ikut serta membantu dan meramaikan kegiatan santunan, yang dilaksanakan secara terbuka di masjid ar-Rahman.

Ketua kelompok kukerta, Mochammad Amsir Fadillah dalam sambutannya menjelaskan, perayaan hari Asyura ini memiliki banyak catatan sejarah, dari mulai kapal Nabi Nuh yang berlabuh ke Bukit Zuhud setelah banjir bandang, hingga Nabi Ibrahim yang selamat dari api yang membakar dirinya. “Kita harus menyambut hari Asyura ini, dengan perasaan yang lapang dan bahagia,” ujarnya.
Acara berlangsung dengan lancar dan khidmat, diawali pembukaan oleh pembawa acara, sambutan, kemudian istigosah, dan dilanjutkan ke acara inti, santunan anak yatim. Pesan utama yang disampaikan oleh ketua kukerta, semoga anak-anak yatim tersebut bisa tumbuh dengan baik, mendapatkan kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang cerah.

Di akhir acara, seluruh mahasiswa kukerta kelompok 46 UIN Banten berharap kegiatan tersebut, dapat membantu anak yatim yang ada di Kampung Dukuh, Desa Parungkujang Kecamatan Cileles, Lebak. Dan memotivasi anak-anak agar terus semangat dan ceria dalam belajar, karena mereka adalah cikal bakal pemimpin Indonesia di masa yang akan datang.




