Di lantai empat dan lima, angin sudah kencang sehingga tidak bisa berlama-lama menikmati keindahan Limboto dari atas. Di tambah, area yang sempit dan hanya bisa menampung 10 orang pengunjung saja.
Menikmati pemandangan Limboto dari atas menara memberikan kesan tersendiri. Kami bisa melihat city view 360° dari ketinggian 60 meter. Gemerlap lampu kendaraan, gedung, dan rumah-rumah sangat bagus jika dilihat dari atas. Tetapi, lampu menara yang sedang menyala membuat mata menjadi sakit jika terlalu lama.
Kalau saja aku dan teman-teman naik ke menara sore hari sebelum adzan magrib. Kami bisa menikmati Danau Limboto dan melihat matahari tenggelam. Pemandangannya pasti sangat cantik sekali.
Setelah puas menikmati pemandangan dari atas, aku dan teman-teman turun dan berfoto kembali dengan background Menara Limboto yang anggun dengan lampu-lampu memanjakan mata.
Semakin malam, semakin ramai. Teman-teman pertukaran mahasiswa banyak yang berdatangan malam itu. Kami makan dan foto bersama. Menara Limboto menjadi saksi keakraban kami malam itu.


