Apakah Mang Ripin selama 22 Tahun Hidup dari hasil jurnalis dan fotografi?
Tidak melulu. Ia menceritakan dirinya bisa membeli rumah, menafkahi anak istri, nekat secara terukur, ia punya prinsip hidup bahwa, “Allah itu memberikan rezeki ke seluruh penjuru bumi terhadap siapapun yang yang ikhtiar mencarinya. Begini, seorang preman, pencuri, copet, yang setiap harinya ke terminal saja ia dapat uang walaupun uang haram. Nah, masa Allah tidak kasih pada kita yang mencari uang halal.”

Apa Lika Liku Sebagai Fotografer?
Selama taat aturan, keburukan tidak akan datang kepada kita. Dahulu, saya pernah mengalami kejadian pahit, begini ceritanya,

“Tanpa seizin saya, sebuah dinas di Provinsi Banten menggunakan foto objek sejarah dan pariwisata karya saya untuk dipasang di beberapa bukunya. Awalnya, saya menyoal, selanjutnya pengacara pengacara menggugat sebesar Rp45 Milyar. Namun saya redam dulu. Akhirnya, saya membiarkan dan menikhlaskan karya saya secara cuma-cuma untuk keperluan publikasi.
Bagi saya, karya yang saya buat, adalah teman hidup selamanya, dia lebih berharga dan tidak bisa diukur oleh materi berapapun itu,” ceritanya dengan nada meninggi. Dalam hati kuucapkan MasyaAllah!

Bagaimana Perkembangan Dunia Fotografi di Banten, kenapa masih tertinggal?
Zaman sekarang, akses untuk mempunyai alat foto sangat mudah sekali, bisa pakai handphone atau kamera DSLR. Dengan kemudahan akses itu, muncul banyak pemilik kamera yang akhirnya membentuk komunitas-komunitas fotografi, demikian juga di Banten. Akan tetapi kalau saya boleh berpendapat, dari banyaknya komunitas tersebut,

“Ego sentrisnya masih tinggi, maka sulit untuk disatukan antara Fotografer satu dengan lainnya. Itulah penyebab industri kreatif di bidang fotografi kita masih belum menggembirakan! Sebenarnya, Banten itu mampu berbicara fotografi, saya saja hanya pake kamera murahan bisa mewakili Banten di acara Kongres Fotografi Indonesia di era Presiden SBY, saat itu Menteri Ekrafnya Ibu Marie Elka Pangestu,” tambahnya.
Apa tips untuk fotografer pemula biar karyanya menjadi profesional?
Mang Ripin menjelaskan bahwa hal yang paling utama saat hendak memotret objek, kita harus pahami dulu unsur dasar kamera, misalnya cahaya. foto akan indah ketika cahanya seimbang. Itulah teknik dasar fotografi selebihnya pelajari baru mendalami filosofi dasar fotografi, di era digital ini sangat mudah mempelajari hal apapun. Segalanya tinggal klik. Dan jangan lupa dipraktekkan.

“Ingat, kamera itu hanya sebagai alat. Dia bisa diibaraktkan seperti kuas atau pensil. Kita mau menggambar dan menulis karya yang seperti apa? Begitupun dengan foto, kita akan membuat apa dari foto? Pada intinya, orang lain harus mampu menikmati pesan lewat karya yang kita buat.”
Satu lagi ia menekankan kepada calon Fotografer di Banten, “Jangan melulu terfokus pada potret yang objeknya perempuan cantik terus,banyak objek lain di Banten yang sangat eksotis dan menantang di Banten untuk dieksplore, lebih cakep dari objek foto perempuan cantik?” sindir Mang Ripin.

Terakhir, “Objek dan model itu bukan hanya perempuan cantik dan lelaki ganteng. Kita bisa menjadikan banyak objek sebagai model. Bahkan tempat sampah, kambing, kerbau sekalipun itu bisa jadi model di dalam foto yang kita buat yang intinya bisa menceritakan pesan yang ingin disampaikan melalui karya foto,” pungkas Mang Ripin.
Bagaimana? Anda tertarik menjadi Fotografer? Silakan panggil dan belajar langsung sama Mang Ripin.

“Tidak ada fotografer yang gagal, yang ada hanyalah fotografer yang berhenti memotret!” Mang Ripin Lamanna.

Tertarik mengundang Sejo Qulhu untuk mengisi materi pelatihan menjadi konten kreator? Atau ingin kisahnya ditulis di golagongkreatif.com?
Hubungi Whats App 0838-1361-9494
Wassalam


