Malam itu, 22 Oktober 2023, Galeri Nasional adakah salah satu titik atau bagian dari Pekan Kebudayaan Nasional 2023, menjadi ruang bagi Tony Blur. Saat kami sampai, acara belum lagi mulai. Saya dan teman-teman Nara Teater menyempatkan diri melihat pemeran di Galeri Nasional.

Sebelum pukul 20.00, para pengunjung yang juga penonton diminta keluar dari gedung Galeri Nasional. Lalu kami ditempatkan di luar gedung yang telah disusun seolah-olah ruang pementasan. Ada layar kaca di sekitar area panggung, yang diperuntukkan bagi pemain berkomunikasi dengan penonton. Sesuatu yang unik dan tak biasa ada di pertunjukan teater.

Mengawali pementasan, Tony Blur muncul di layar kaca dengan warna hitam putih blur dan tak jelas . Interaksi terbangun sedikit jenaka. Berulang-ulang Tony Blur mengucapkan kata aku punya data kamu .

Toni Blur yang berperan jadi AI (Artificial Intelligence) atau Ay begitu romantis berdialog dengan salah satu pemain. Dialog yang dijembatani oleh ruang maya. Sekitar 20 menit pertunjukan, lewat arahan-arahan yang diberikan, kami kembali diminta untuk masuk ke dalam ruang pameran menikmati pertunjukan sesungguhnya.

Permainan tubuh yang komplit dari Tony Blur. Sebagai seorang actor, tubuhnya begitu hidup dan menyala. Saya tahu, itu hasil usaha bertahun-tahun dalam dunia Teater. Tubuh yang telah menyatu dengan pikiran dan hati.
Ada satu momen yang sangat menarik perhatian saya, yaitu saat Tony Blur menyusun jagung dengan tangannya. Begitu penuh nyawa, begitu hidup dan sulit dilukisan dengan kata-kata. Terakhir, dengan tubuh tua yang fit, ia menampilkan aksi di depan pintu Galeri Nasional dengan sangat memukau.

Ah, malam yang akan menjadi kenangan untuk pembelajaran keaktoran yang sesungguhnya. Malam itu paling tidak Tony Blur benar-benar menyatu dengan Artificial Intelligence itu sendiri dan bahkan mengunggulinya . Inilah harapan manusia.



