Pertunjukan ini tidak ingin terjebak pada pemberian nasihat, tetapi mengajak kita semua untuk berefleksi bersama.
Pertunjukkan Fomo Iko Bua Rame Jo: Produksi Bengkel Seni Milenial 2025

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Pertunjukan ini tidak ingin terjebak pada pemberian nasihat, tetapi mengajak kita semua untuk berefleksi bersama.

Sebuah Catatan Tertinggal dari Pertunjukan Teater

Refleksi perjalanan batin usai menonton teater, tentang pertemuan, kegelisahan, dan harapan yang terhubung dalam cerita manusia.

Seperti yang dilakukan oleh Nara Teater dalam lakon Ibu Tanah yang dipentas di Taman Kota Lembata. Pertunjukan ini mampu menarik animo penonton yang saat itu berada di Taman Kota Lembata.

Nara Teater melebur dan merasakan alam. Latihan di alam terbuka adalah sebuah kemewahan.

Paling tidak, satu atau dua kali sebelum menginjak usia 50, pengalaman itu bisa datang kepada saya.

Memang begitulah sejati sebuah pertunjukan teater rakyat. Ia mesti dekat dengan penonton . Ah, andai penguasa tau bahwa dengan pertunjukan teater, masyarakat sejati diajak berpikir dan merenung . Bagaimana kita bisa menjadi bangsa yang besar kalo kesenian saja dilarang.

Orang-Orang di Balik Layar Pementasan Teater
Saya memulai belajar teater dari kerja-kerja di belakang layar, seperti menjadi bagian dari tim artistik. Dari sana, saya mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman yang berharga. Pengalaman ini saya peroleh di Bekasi, di bawah asuhan dua seniman hebat, almarhum Ane Matahari dan Dedi S. Putra Siregar. Dari keduanya, saya belajar nilai-nilai berkesenian yang kemudian saya terapkan pada anak-anak Bengkel Seni Milenial.
Kepada anak-anak tersebut, saya juga mencoba mengajarkan bahwa kerja teater bukan hanya tentang keaktoran atau pertunjukan di atas panggung semata. Ada banyak kerja-kerja lain yang patut mendapatkan perhatian dan apresiasi, seperti kerja tim musik, tim artistik, dan juga dokumentasi. Tanpa kerja-kerja di belakang layar, apa yang tersaji di atas panggung akan terasa hambar.
Teater adalah kerja kolektif yang membutuhkan nilai-nilai kebersamaan dan saling menghargai. Nilai-nilai ini sangat penting diajarkan di tengah masyarakat yang semakin apatis dan cenderung berpikir individualis. Kebersamaan dan gotong royong adalah nilai luhur yang dimiliki bangsa ini.

Teater hari ini terus hidup dan dirayakan, meski dalam ruang-ruang sunyi para pejalan sunyi.

Teater multimedia adalah sebuah inovasi yang mencerminkan kemajuan zaman dan memiliki potensi besar sebagai bagian dari masa depan seni teater.

Seminggu yang melelahkan terbayar oleh ilmu yang bermanfaat dan semoga apa yang kami dapat bisa diterapkan di komunitas masing-masing

Ada satu momen menarik perhatian saya, yaitu saat Tony Blur menyusun jagung dengan tangannya. Begitu penuh nyawa, hidup dan sulit dilukisan dengan kata-kata