Ia berharap, dengan prestasinya itu, ia bisa melanjutkan kuliah di jurusan ekonomi di universitas favorit seperti Universitas Gajah Mada. “Dengan modal ilmu itu, semoga ke depannya saya bisa jadi pengusaha atau akuntan. Atau paling tidak jadi guru ekonomi,” kata gadis yang sering mendapatkan juara pertama di kelas itu.

Gadis yang kerap dipanggil Maya itu mengaku, belajar ekonomi itu seru, walau terkadang membosankan. “Seru saat hitung-hitungannya gampang, tapi membosankan karena banyak rumus yang harus dihafal dan dipahami,” ujar dara yang bisa membaca huruf hiragana dan katakana Jepang itu.

Terkait dengan hadiah lomba tingkat provinsi, ia belum mendapat informasi yang pasti kapan dan di mana penyerahan hadiah akan dilaksanakan. “Katanya sih juara ketiga dapat sertifikat dan medali perunggu. Dan itu akan diberikan saat apel. Tapi belum ada info yang valid,” ucap siswi yang bergabung dengan tim marching band di sekolahnya itu.

Sementara untuk hadiah lomba tingkat kota, di mana ia menjadi juara pertama, ia telah menerima sertifikat dan piala. Saat ditanya apakah ia mendapatkan hadiah lain selain sertifikat dan piala, seperti laptop atau uang pembinaan, ia menjawab tidak. *




Terima kasih