Pertemuan kali ini berlangsung santai dan organik tanpa susunan acara yang kaku, sehingga kami lebih bebas dalam berbincang dan berdiskusi mengenai banyak hal. Tasawuf, komunitas, politik, parenting, kepenulisan, dan banyak lagi.

Pertengahan acara, datang Duta Baca Indonesia, Mas Gol A Gong. Beliau bergabung dan ikut dalam acara kami. Beliau kemudian bercerita mengenai kegiatan membaca pada zaman dahulu. Di zaman Mas Gong muda, akses ke buku tidak semudah sekarang.

Seseorang perlu memiliki usaha keras untuk membaca buku. Sehingga membaca buku bukan hanya lifestyle. Membaca buku adalah usaha paling murah untuk keluar dari kemiskinan, keterpurukan, kebodohan, dan ketidaktahuan.

Maka tidak heran banyak orang sukses gara-gara membaca buku. Termasuk Gol A Gong. Bagaimana menurut Anda?


