Tentu saja hal itu karena buku ini cukup lama populer di Internet. Tetapi saya urung membelinya sebab saya takut bukunya terlalu matematis dengan deretan angka dan rumus perhitungan pendapatan suatu negara. Awal tahun ini saya memutuskan membelinya sebab ingin mencoba mengimbangi bacaan fiksi dengan buku non-fiksi.
Saat pertama membukanya, betapa lega sebab buku ini lebih banyak membahas sejarah kerajaan, negara, kekaisaran dari berbagai negara dan melintasi zaman. Dua penulisnya, Daron Acemoglu dan James A. Robinson, dalam 15 tahun meneliti pola kekuasaan, puncak kejayaan lalu keruntuhan suatu dinasti dan kerajaan sebagai bahan untuk menjawab pertanyaan fundamental di atas.

Berawal dari kota Nogales
Buku ini mengambil contoh banyak kota dan negara untuk mempermudah pembaca memahami akar masalah kemakmuran suatu bangsa. Contoh yang pertama di awal buku adalah kota Nogales. Kota ini unik sebab hanya dipisahkan oleh tembok. Di utara tembok adalah Nogales, Arizona, di bawah Wilayah Santa Cruz. Pendapatan rerata rumah tangga per tahunnya sekitar US$30 ribu. Akses terhadap kesehatan, pendidikan di sini relatif tercukupi yang terbantu dengan kondisi ekonomi Amerika Serikat yang stabil.
Sedangkan di sisi selatan tembok adalah Nogales yang masuk ke kawasan Sonora, negara Meksiko. Meski lebih makmur dibandingkan rata-rata bagian lain di Meksiko, pendapatan Nogales hanyalah sepertiga dari pendapatan Nogales yang masuk ke AS. Banyak remaja yang putus sekolah dengan tingkat kematian yang tinggi.
Perbedaan yang mencolok tersebut bukanlah terjadi dalam semalam. Kedua penulis menarik jauh ke belakang mengenai sejarah kawasan tersebut. Amerika Utara, yang diwakili oleh AS, dan Amerika Latin, yang diwakili oleh Meksiko, dahulunya sama-sama daerah jajahan.
Amerika Latin merupakan koloni Spanyol sedangkan Amerika Utara dahulunya jajahan Inggris. Meski sama-sama dijajah, Amerika Latin relatif kurang makmur hingga sekarang sebab di sana terdapat penguasa lokal yang membuat kemakmuran hanya tersebar di kalangan mereka. Ini berbeda dengan AS dimana ketiadaan pengusaha absolut membuat kemajuan ekonomi lebih merata hingga kini.

Kekuasaan Absolut, Musuh Kemakmuran Suatu Bangsa
Buku ini berargumen bahwa penyebab suatu negara sulit maju adalah sistem feodalismenya. Kemakmuran yang hanya dinikmati oleh satu pengusaha dan kalangan mereka saja telah membuat banyak negara tidak bisa berkembang cepat. Hal ini disebabkan pengusaha tersebut akan membuat aturan politik untuk melanggengkan kekuasaan mereka hingga generasi berikutnya.
Cara memutusnya tiada lain adalah dengan revolusi rakyat. Ini pernah terjadi di Inggris saat Wabah Hitam atau Black Death, yang turut melanda negara Eropa lainnya, Asia, dan Timur Tengah pada abad ke-14. Jutaan korban membuat penguasa saat itu kalang kabut. Pada akhirnya, petani yang masih hidup memperoleh hak lebih tinggi sebab tinggal merekalah yang menjadi tumpuan penggerak ekonomi.
Inggris merupakan contoh negara makmur saat ini berkat kemajuan industri dan teknologi. Kondisi tersebut ternyata membutuhkan waktu beratus-ratus tahun sebab penemuan pada awalnya sempat menjadi tantangan dari kerajaan.

Selain wabah di atas, kesuksesan Revolusi Industri di Inggris pada abad ke-19 dipicu oleh Perang Sipil Inggris atau English Civil War (1642-1651) dan Revolusi Mulia atau Glorious Revolution pada 1688.
Dalam bab yang berjudul The Making of Inclusive Institutions atau Pembentukan Institusi Inklusif, kedua penulis mengatakan Revolusi Mulia adalah peristiwa monumental sebab menciptakan kebijakan politik inklusif. Kebijakan ini berarti memberikan ruang lebih merata ke segenap publik Inggris untuk bersuara menentukan kebijakan ekonomi untuk pertama kalinya. Inilah yang mendorong lahirnya Revolusi Industri.
Membaca buku ini benar-benar seperti kembali ke zaman sekolah. Saya kembali diajak mengingat sejarah dunia, mulai dari Restorasi Meiji, peradaban Aztec, hingga VOC. Teringat saya membaca buku ini beberapa kali di KRL yang justru membuat waktu berkendara umum terasa produktif. Selebihnya, saya membacanya di kamar agar lebih cepat dalam menyerap informasinya.
Identitas Buku Ini:
Judul: Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty atau Mengapa Negara Gagal: Awal dari Kekuasaan, Kemakmuran, dan Kemiskinan
Penulis: Daron Acemoglu dan James A. Robinson
Tahun Pertama Terbit: 2012
Penerbit: Currency, terbitan dari Crown Publishing Group, divisi dari Penguin Random House LLC, New York
Dicetak di Amerika Serikat

Tentang Penulis Eny Wulandari:
Penulis sehari-hari bekerja sebagai penulis, penerjemah, dan copywriter lepas di Jakarta Pusat. Ia sudah suka membaca buku sejak kecil dimana genre terfavoritnya adalah Inggris Klasik dengan George Eliot sebagai penulis yang paling disukai. Tulisan pribadinya bisa dibaca di www.enywulandari.wordpress.com.

RAK BUKU mulai Mei 2024 tayang satu minggu sekali, setiap hari Rabu. Rak Buku adalah resensi buku. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 700 kata. Honor Rp100 ribu. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA, rekening bank, foto-foto cover buku, penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku.


