Mencari Makna di Balik Sejarah Larantuka

Anselmus DW Atasoge sebagai  pemateri  menerangkan, “Banyak hal terkait teknis penulisan  sejarah. Penulisan  Sejarah memang dirasakan kurang peminatnya meski sangat dibutuhkan,  khususnya  sebagai sebuah pengetahuan yang  bernilai dan berharga.”

Dalam sesi tanya jawab, Rin Riberu, Sekretaris  Dinas Pariwisata Kabupaten Flores Timur sempat menanyakan,   bagaimana caranya melatih minat untuk mau menulis sejarah. Dia menjelaskan, bahwa dirinya tertarik pada sejarah  namun tidak  pada penulisannya.

Hal yang  hampir serupa ditanyakan  pula oleh Astri Kia, “Saat menuliskannya, saya kuatir  bahwa ada kesalahan  atau sudut pandang yang  berbeda.”

Dalam jawaban  singkatnya, Ansel sebagai pemateri  memperlihatkan  tulisan-tulisan  sederhana  tentang keseharian namun berkaitan  dengan  sejarah  dan tradisi. “Dari tulisan sederhana  itu terkandung makna  yang dalam yang  bisa menjadi pembelajaran. Hal tersebut bisa menjadi solusi  bagi  kita yang mau belajar  menulis  sejarah.”

Melihat dan merasakan Larantuka  sebagai sebuah kota tua mengajak kita menikmati  dengan cara sederhana,  yakni mencintai  budaya dan tradisi. Caranya dengan menuliskannya dimana kelak bisa dibaca kembali oleh generasi  setelah kita. (*)

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==