Pameran buku Gramedia hadir di Larantuka! Dukung geliat literasi Flores Timur dengan koleksi buku berkualitas dan diskon menarik hingga 31 Juli 2025.
Gramedia Hadir di Larantuka: Kabar Gembira untuk Masyarakat Flores Timur

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Pameran buku Gramedia hadir di Larantuka! Dukung geliat literasi Flores Timur dengan koleksi buku berkualitas dan diskon menarik hingga 31 Juli 2025.

Pengalaman nyata perjuangan awak kapal kecil di Pelabuhan Larantuka saat air surut—kisah penuh risiko dan kerja keras yang sering tak terlihat.

Festival Bale Nagi 2025 resmi dimulai dengan karnaval budaya di Larantuka, Flores Timur. Acara penuh semangat ini diikuti sekolah-sekolah dan UMKM lokal. Simak keseruannya di sini!

Rabu Trewa adalah tradisi unik dari Semana Santa di Larantuka, Nusa Tenggara Timur. Suara gemuruh seng dan arak-arakan malam menjadikannya simbol awal masa berkabung dalam Pekan Suci umat Katolik.

Sore kemarin, Jumat, 11 April 2025, saya mendapat undangan untuk mengikuti jalan salib di KBG Santo Rafael yang berada di Kelurahan Waibalun oleh seorang kawan.

Momen Lebaran adalah momen kembali kepada kebaikan, momen membersihkan diri dari salah dan dosa

Oma Osa sudah berusia 81 tahun, tetapi masih sehat. Pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, setiap kali saya datang ke rumahnya, Oma selalu sigap membuat teh untuk kami.

Malam ini, 30 Maret 2025, Larantuka tampak berbeda—terang dan bercahaya di malam hari. Inilah pawai kemenangan umat Islam Larantuka dalam menjalankan ibadah puasa tahun ini.

Sungguh sebuah keberuntungan bagi saya dan kedua anak saya bisa menyaksikan kapal pesiar mewah bersandar di Pelabuhan Larantuka pagi ini.

Selain itu, bagi keluarga pra-sejahtera, berburu pakaian juga bisa dilakukan di toko serba Rp35.000 atau mencari pakaian bekas layak pakai.

Sejak Indonesia merdeka, masyarakat Flores Timur masih mengandalkan minyak tanah untuk memasak.

Jika ditelusuri lebih jauh, anak-anak Gen Z sebenarnya memiliki keunikan dan kelebihan masing-masing.

Pawai ini berlangsung dengan tertib dan rapi, diikuti oleh barisan panjang masyarakat yang antusias menyambut bulan suci Ramadhan.

kalau mampir ke Larantuka, jangan lupa datang ke tempat ini untuk menikmati kuliner malam jalanan yang lezat dengan harga bersahabat.

Memang begitulah sejati sebuah pertunjukan teater rakyat. Ia mesti dekat dengan penonton . Ah, andai penguasa tau bahwa dengan pertunjukan teater, masyarakat sejati diajak berpikir dan merenung . Bagaimana kita bisa menjadi bangsa yang besar kalo kesenian saja dilarang.

Buku-buku ini akan saya bagikan kembali kepada komunitas Muslim di kota ini sebagai bagian dari literasi agama

Larantuka dengan segala kenangannya masih memiliki banyak hal yang layak untuk diabadikan dalam tulisan—baik itu budaya, pariwisata, maupun kehidupan masyarakatnya.