Oleh Gol A Gong
Di buku ini akan kita temukan anak-anak muda Indonesia yang memiliki mimpi besar dan mewujudkannya jauh dari rumah, yaitu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Merekalah yang akan mengisi Indonesia Emas 2045 nanti. Seperti kata Bung Karno, jangan ragu untuk bermimpi setinggi mungkin, jika pun gagal kamu akan jatuh di antara bintang-bintang .



Empat belas anak muda menuangkan suka-dukanya di buku ini. Bagaimana mimpi yang mereka pupuk sejak kecil terbentang di depan mata. Mimpi yang sudah di genggaman, kemudian terlepas terbang. Mimpi yang terus mereka coba wujudkan dengan waktu, tenaga, pikiran, dan biaya terbatas. Mimpi yang akhirnya berada di genggaman mereka.
Mereka adalah anak-anak muda yang pantang menyerah. Jika tidak bisa mengejar mimpi dengan berlari, mereka akan berjalan. Jika berjalan tidak sanggup, mereka akan merangkak. Begitulah jiwa muda, api terasa berkobar di buku ini.

Keempatbelas anak muda yang mewakili Indonesia, mulai dari Samarinda, Banten, Purwakarta, Semarang, Kediri, Banyumas, Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta begitu takjub melihat kota Abu Dhabi yang modern, berdiri megah di padang pasir. Mereka ada yang mendapat beasiswa sejak SD hingga kuliah – berarti sudah 12 tahun menuntut ilmu. Ada yang mendapat beasiswa saat kuliah saja. Kini mereka sedan mengejar S1 di Mohamed bin Zayed University for Humanities Abu Dhabi dan Al Qasimia University.

Saya sebagai orang tua, ketika membaca tulisan di buku ini, ikut merasakan betul perjuangan mereka mengumpulkan persyaratan untuk menerima beasiswa, dana yang terbatas tidak mengendorkan semangat mereka meraih beasiswa. Tanpa terasa kedua mata saya basah. Mereka adalah anak-anak saya juga.


Sebagai seorang ayah, saya membayangkan kerinduan mereka ke tanah kelahiran, orang tua, kakak-adik, teman-teman, dan keluarga besar. Saya yakin para orang tua yang membaca buku ini akan seperti saya, merasa terharu dan ingin memeluk mereka. Ingin terus merasa dekat, memberi semangat agar meraih kesuksesan.


Buku ini bisa jadi semangat anak-anak muda lainnya, yang ingin menuntut ilmu lebih tinggi lagi di luar negeri. Keuntungan sekolah atau kuliah di luar negeri keuntungannya selain bisa lebih mandiri, memiliki sikap terbuka, toleran, jadi insan yang disiplin menghargai waktu, dan bisa menguasai 2 bahasa asing sekaligus (Arab dan Bahasa Inggris).

“Untuk kawan-kawanku, keluarlah! Bertebaranlah di muka bumi ini. Jemput petualangan yang membuatmu takut itu! Daftar semua beasiswa yang bisa kamu temukan. In saya Allah kamu akan merasakan nikmatnya diangkat derajatmu karena berilmu. Semoga lebih banyak lagi teman-teman yang bisa menuntut ilmu di luar negeri, khususnya Uni Emirat Arab,” begitu Ketua Umum PPI UEA 2023-2024, Gabriel Firmansyah menulis di buku ini.
Ya, bertebaranlah di muka bumi ini seperti juga Allah perintahkan kepada kita.
Gol A Gong – Duta Baca Indonesia, 2021-2025


