Sejak SMA, Laut Merah, Laut Hitam, Laut Kaspia, melekat di pikiranku. Aku harus ke sana. Laut Kaspia, aku sudah meraup airnya. Selat Bosphorus juga. Menurut …
Mestinya ke Abu Dhabi, Jadinya Menyusuri Selat Bosphorus

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Sejak SMA, Laut Merah, Laut Hitam, Laut Kaspia, melekat di pikiranku. Aku harus ke sana. Laut Kaspia, aku sudah meraup airnya. Selat Bosphorus juga. Menurut …

Begitu dahsyatnya (campur aduk) perasaan bisa menelusuri relung kota mulai dari Abu Dhabi hingga Dubai dan sekitarnya. Kesannya sungguh tidak biasa dan nyaris susah untuk dikatakan.

Tidak terasa. perjalanan ke UEA harus saya akhiri. Semoga putra kami yang kini bekerja di KBRI Abu Dhabi tetap diberikan kemudahan dan kelancaran rezeki-Nya.

Perjalanan ke Abu Dhabi ini menjadi hadiah yang paling impresif yang pernah kami terima. Sungguh bersyukur kami dan sangat terima kasih buat Kakak yang menjadikan semua ini nyata.

Memang begitulah kira-kira, pernah ditertawakan dalam hati, kemungkinan bisa bergambar dengan latar belakang bangunan tertinggi di dunia adalah suatu yang absurd.

Ternyata doa agar saya tidak berangkat sendirian ke Abu Dhabi, UEA, inilah akhirnya yang dipilihkan oleh Allah swt buat saya. Sinyo tidak bisa English, saya paham English tapi saya seorang Wernicke yang punya kendala di pendengaran verbal.

Dari tempat saya berdiri, terlihat dua bangunan utama. Visitor Center, yang memiliki tangga menuju area atas di mana pengunjung bisa berfoto dengan latar belakang masjid, serta sebuah ruang meeting di sampingnya yang tampaknya digunakan untuk pertemuan orang-orang penting.

Saat akhirnya mencapai ujung jalur, satu hal yang terasa pasti: sore hari di akhir Januari hingga Februari adalah waktu terbaik untuk berada di sini, Mangrove Park, Abu Dhabi. Udara yang nyaman, pemandangan yang menenangkan, dan suasana yang penuh kebersamaan membuat tempat ini cocok untuk siapa saja—keluarga, pasangan, atau mereka yang ingin menikmati ketenangan sendirian.

Sebagai seorang ayah, saya membayangkan kerinduan mereka ke tanah kelahiran, orang tua, kakak-adik, teman-teman, dan keluarga besar. Saya yakin para orang tua yang membaca buku ini akan seperti saya, merasa terharu dan ingin memeluk mereka. Ingin terus merasa dekat, memberi semangat agar meraih kesuksesan.

Saya sebagai orang tua, ketika membaca tulisan di buku ini, ikut merasakan betul perjuangan mereka mengumpulkan persyaratan untuk menerima beasiswa, dana yang terbatas tidak mengendorkan semangat mereka meraih beasiswa. Tanpa terasa kedua mata saya basah. Mereka adalah anak-anak saya juga.

Saya dan istri sejak dini mengenalkan dunia kepada mereka dengan cara traveling ala backpacker. Aku kenalkan kepada mereka moda transportasi publik seperti bus, kereta api, pesawat, dan bahkan truk.

Sejak muda saya senang traveling naik kereta api dan bus. begitu juga di Uni Emirat Arab. Saya jadi banyak melihat dan berkenalan dengan penduduk setempat.

Gabriel Firmansya, putra kedua kami, sudah 11 tahun di Abu Dhabi. Sedang menyusun skripsi. Doakan, ya.

Lebaran haji di Abu Dhabi

Gabriel Firmansyah, putraku yang nomor dua (21 th), sejak kelas 5 SD bersekolah di Abu Dhabi (2012), mendapat beasiswa. Pada Juli 2020, Gabriel lulus SMA. …