Menjelajahi Roemah Martha Tilaar, Mengenang Masa Kecil Sang Maestro Kecantikan Indonesia

Saya sendiri awal mula tahu Kota Gombong karena tempat tersebut merupakan kampung halaman suami, dimana ibunya berasal dari sana. Tahun 2013 silam saya yang bekerja di salah satu stasiun televisi swasta nasional di Jakarta ada pekerjaan di Yogyakarta.

Kala itu saya menggunakan mobil untuk menuju Yogyakarta dengan melewati jalur Selatan. Maka untuk pertama kalinya saya pun melewati kota Gombong sebagai jalur lintas provinsi Jawa Tengah. Setelahnya saya pun beberapa kali mengunjungi kota kecil tersebut, ikut suami untuk mengunjungi keluarga besarnya.

Mengunjungi Roemah Martha Tilaar

Setelah sekian lama tidak berkunjung ke keluarga besar suami di Gombong akhirnya, saya kembali lagi ke sana. Saya menginap 3 hari di Front One Hotel, salah satu hotel berbintang di Gombong yang cukup nyaman.

Kunjungan saya kali ini ke Gombong ada yang sedikit berbeda. Jika biasanya hanya sebatas mengunjungi keluarga lalu berwisata ke Yogyakarta, namun kali ini saya benar-benar menghabiskan waktu di kota tersebut selama 3 hari.

Lewat media sosial akhirnya saya tidak sengaja menemukan tempat ngopi yang cukup aestetik bernama Gombong Huis. Awalnya agak ragu karena sebagai kota kecil yang sering dilalui truck dan bus, serta jadi jalan lintas provinsi bagaimana mungkin tempat tersebut memiliki sebuah tempat ngopi yang nyaman layaknya di kota-kota besar, atau di daerah-daerah pegunungan dengan pemandangan luar biasa.

Namun karena hanya seharian berada di hotel akhirnya saya pun menuju Kafe Gombong Huis yang terletak di Jalan Sempor Lama, Kedungampel. Kebetulan jarak saya dari Front One Hotel ke Gombong Huis tidak jauh, hanya 15 menit perjalanan kami pun sudah sampai di sana. Jalan Sempor Lama bagi saya yang tinggal di Jakarta tidak lah nampak seperti jalan utama yang ramai, yang artinya Café Gombong Huis tidak berada di tengah kota.

Saya pun tiba di Jalan Sempor Lama, bayangan saya Café Gombong Huis layaknya café pada umumnya yang berada di pinggir jalan dengan gaya modern atau tradisional. Namun ternyata saat akan masuk ke sana sebuah pagar putih yang tinggi menyambut kami, tidak ada plang atau tulisan Gombong Huis, namun yang ada adalah plang bertuliskan Roemah Martha Tilaar.

Akhirnya saya pun masuk ke dalamnya, dimana terdapat sebuah bangunan kuno zaman Belanda yang sangat besar dengan halaman luas dan di bagian atas rumah ada tulisan Roemah Martha Tilaar dengan tahun dibangunnya bangunan tersebut.

Saya sempat kebingungan di mana letak Coffee Shopnya, yang ternyata tempat tersebut berada persis di samping rumah kuno itu. Akhirnya saya dan keluarga pun menikmati kudapan di Gombong Huis.

Sebagai Coffee Shop harga makanan dan minuman di Gombong Huis jauh lebih murah di banding di Jakarta. Jika segelas es kopi susu di Jakarta akan dibandrol dengan harga Rp35.000 maka di Gombong Huis ini es kopi susu hanya seharga Rp20.000 saja.

Total 4 makanan dan 4 minuman saat itu hanya menghabiskan sekitar Rp120.000 saja. Sementara jika di Jakarta untuk sekelas Coffee Shop bisa menghabiskan Rp 300.000 – Rp 400.000.

Sambil menunggu hidangan disajikan saya pun tertarik dengan bangunan tua namun tetap terjaga itu. Saya pun mencoba berkeliling, selain bangunan utama ada banyak sekali ruangan di sana, dan juga ada banyak tanaman obat. Salah satu ruangan saat itu sedang dipakai aktivitas latihan menari.

Akhirnya saya didampingi pengelola Roemah Martha Tilaar berkeliling sambil menjelaskan sejarah berdirinya bangunan tersebut.

Menghidupkan Kembali Masa Kecil Martha Tilaan lewat Roemah Martha Tilaar

Awalnya saya mengira Roemah Martha Tilaar adalah museum kecantikan dengan menjual produk-produk Martha Tilaar. Namun ternyata saya salah, tempat tersebut ternyata merupakan rumah dari kakek Martha Tilaar bernama Liem Siaw Lam.

Lim Siaw Lam atau yang biasa dipanggil Baba Solam adalah seorang pengusaha Tionghoa kaya raya, yang merupakan penyalur hasil bumi, pengelola peternakan yang menghasilkan daging dan susu. Ia pun terkenal dengan sifat dermawannya. Di rumah Baba Solam itu Martha Tilaar lahir dan menghabiskan masa kecilnya hingga berusia 10 tahun. Rumah itu juga menjadi saksi bagaimana seorang Martha Tilaar begitu gigih untuk belajar wirausaha dan kreatifitas.

Awalnya rumah milik Baba Solam diwariskan kepada anak laki-lakinya bernama Liem Tiong Ing, lalu di tahun 2012 Martha Tilaar membeli rumah tersebut yang bertujuan untuk dijadikan tempat mengenang masa kecilnya. Pada tahun 2014 bangunan tersebut diresmikan menjadi museum dan terbuka untuk umum.

Saat memasuki Roemah Martha Tilaar akan disuguhkan bangunan utama dengan tiga pintu masuk yang memiliki konsep simetris. Saat itu sayangnya saya tidak bisa masuk ke dalam rumah utamanya karena jam operasional sudah tutup, jadi saya hanya melihat bagian teras depan, koridor, dan belakang rumah.

Pada teras depan lantainya terbuat dari tegel yang dipesan dari Itali jauh sebelum rumah dibangun. Hal menarik lainnya adalah lampu gantung yang masih orisinil tanpa dialiri listrik, jadi lampu tersebut dinyalakan dengan sumbu dan kini dijadikan ornament hiasan. Tidak lupa meja, kursi, dan hiasanya lainnya, serta kaca patri pun masih terpampang nyata di teras depan.

Lalu di bagian koridor ada banyak kamar dan terdapat foto-foto masa lalu keluarga besar Martha Tilaar serta sejarah keluarga tersebut. Sementara di bagian teras belakan rumah utama terdapat sebuah meja makan dan beberapa peralatan musik.

Dulunya teras tersebut merupakan ruang makan bagi keturunan dari anak perempuan Baba Solam, sementara bagi keturunan dari keluarga laki-laki ruang makan berada di dalam rumah utama. Di belakang rumah juga terdapat halaman yang luas yang dihiasi pepohonan.

Saat saya berkunjung ke sana ada sekelompok pemuda yang sedang berlatih tari. Di bagian koridor sebelah kiri juga terdapat perpustakaan outdoor yang terbuka untuk umum. Pengunjung bisa bebas membaca buku secara gratis, namun harus dirapikan kembali.

Para pengunjung juga dapat mengetahui silsilah keluarga Martha Tilaar karena di seluruh bangunan, ditempel banyak foto keluarga.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==