Museum Kebangkitan Nasional menjadi salah satu titik dari PKN 2023. Ada banyak tempat yang layak dan menarik untuk dikunjungi tak terkecuali ruangan di belakang Museum Kebangkitan Nasional, yaitu tempat pameran Forum TBM dan Komunitas Hong.


Ada banyak ragam hal baik tersaji di sana. Karya-karya yang menarik seperti permainan tradisional yang sangat jarang ditemui, salah satu yang menarik adalah buah pecah otak atau buah Bonak yang biasa tumbuh di pantai.


Permainan yang terkadang masih dimainkan di daerah-daerah Indonesia Timur namun asing bagi anak-anak maupun remaja di Jakarta. Saat saya sampai ruangan belakang itu hanya ada Volunteer Pekan Kebudayaan Nasional yang rata-rata masih remaja sambil menunggu tamu yang hadir. Mereka bermain. Beberapa pemain yang ada seperti Ajeng dari Bekasi, yang mencoba mengajak saya bermain permainan tradisional pecah otak. Dalam permainan tersebut saya kalah dan memang anak anak generasi Z ini secara singkat adalah anak-anak yang pintar, yang perlu dikenalkan pada budaya kita.


Itu juga terbukti, menjelang siang saat saya dan Kakak Vivi – salah satu seniman Pontianak, sedang bermain bola dari anyaman. Kami kedatangan tiga mahasiswi dari FIB UI; mereka Caca, Lina, dan Silfi yang tertarik pada apa yang kami buat. Mereka belajar bersama dan dalam waktu singkat mereka telah menguasai.


Ada banyak sudut menarik dari Pekan Kebudayaan. Satu peristiwa yang tak kalah menarik adalah perjumpaan dua orang hebat pada bidangnya masing-masing, yakni tokoh literasi yang sekarang Duta Baca Indonesia Gol A Gong dan suhunya permainan tradisional Dr ZainiAlif. Mereka saling mengapresiasi kerja-kerja sunyi yang berdampak besar pada Indonesia. (*)


