Ngobrol Literasi Sambil Ngopi dan Baca Puisi

Setelah dibuka oleh Acapela dari The Indonesia Youth Choir Jakarta di acara Indonesia Coffee Summit 2023 di Taman Ismail Marzuki, 22 Oktober 2023, kampanye membaca dan menulis lewat kopi, puisi, dan musiklisasi puisi yang serba kopi dimulai.

Iwan Kurniawan memanggil saya ke panggung. Saya mengenakan dresscode saya serba Takengon pemberian LK Ara dan Fikar W. Eda pada 2013. Saya merasa, bahwa harus mengenakan pakaia ini karena mereka berdua pasti hadir. Betul juga. Mereka hadir.

Iwan memancing pertanyaan tentang kiprah saya sebagai Duta Baca Indonesia. Apa yang saya lakukan selama 2021-2023. Saya menceritakan program unggulan Safari Literasi dan Gerakan Indonesia Menulis. Setelah itu saya membacakan 1 puisi berjudul “Susu, Telor, Madu, Kopinya Mana?”.

Iwan juga menanyakan proses kreatif buku puisi “Air Mata Kopi” (Gramedia, 2014) yang masuk 10 besar Hari Puisi Indonesia 2014. Saya bercerita tentang 50 hari perjalanan kopi dari Sabang-Banda Aceh-Takengon-Bener Meriah-Kutaane-Medan-Rantau Prapat-Mandailing Natl-Padang Sidempuan-Lubuk Linggau-Pagar Alam-Lahat-Palembang-Lampung.

Parade pembacaan puisi pun dimulai. Pak LK Ara tetap semangat membaca puisi. Tulus Wijanarko, Asril Koto, dan tentu Fikar W Eda – Devi dan Sanggar Mataharinya.

Mereka membacakan puisi-puisi yang ada di buku antologi puisi kopi berjudul “Sebuah Kota Menyambutku dengan Secangkir Robusta”.

Gol A Gong
Duta Baca Indonesia 2021-2025
Berdaya dengan kopi, eh, dengan buku

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==