Karena area pinggirnya banyak gedung-gedung, sehingga mengharuskan banyak penjual yang langsung saja melewati area itu ditambah lagi area yang kadang padat kendaraan.
Kutemui seorang penjual Ketupat Sayur, Sambil memesan aku mencoba mengobrol dengan Abang penjualnya, tukang ketupat sayur itu sambil melayani tetap menjawab beberapa pertanyaanku yang menanyakan tentang usaha yang sedang ia jalani saat ini. Katanya ia sudah melakoni usaha jualannya sampai 5 tahunan. Katanya berjualan merupakan mata pencahariannya

Ia bercerita juga soal anaknya yang saat ini sedang sekolah SMP dan ada juga yang masih kecil, tentu saja menjadikannya seorang ayah yang utuh dengan istri dan anaknya. Yang luar biasa terucap dari mulutnya adalah ia tetap bersyukur atas hidup yang ia jalani, atas semua yang Allah berikan kepadanya
Ia lanjut bercerita, sering menemukan banyak orang yang terlantar, jangankan buat tempat tinggal dan kerjaan, buat makanpun mereka harus mungut dan kadang minta-minta. Untuk tempat tinggal kadang di emperan dan kolong jembatan. Ia bahkan pernah melihat seorang anak kecil yang naik gerobak orang tuanya dan ikut mulung botol plastik dan rongsokan. Anak yang seharusnya masih bermain dan belajar bersama teman-temannya, ni malah harus susah payah menjalani hidup.

Dari percakapan itu aku langsung bersyukur juga terbawa suasana haru dan sedih, ternyata masih banyak orang yang kurang beruntung masih ada di sekitaran kita semua. Namun kadang kita suka lupa diri akan bersyukur dan menikmati apa yang saat ini kita miliki dan jalani
“Hidup memang keras, namun ikhlas adalah tameng terbaik untuk menjalaninya,” ucap tukang ketupat sayur yang barusan saya temui.



