Saat aku tiba dilokasi, aku langsung dihidangkan durian dengan ukuran sedang oleh Mang Asep. “Suka yang manis atau pahit?” tanya Mang Asep. Lalu aku pun memintanya untuk durian yang rasanya manis agak pahit sedikit. Dan benar saja durian yang dihidangkan itu sesuai rasanya.

Kata Mang Asep, durian ini kebanyakan diambil langsung dari pohonnya di beberapa kampung Kecamatan Jiput Pandeglang. Karena kualitas dan rasa duriannya memang tidak bisa diragukan lagi.
“Koleksi durian dari Jiput ini, saya beri nama agar mempunyai khas dan unik. Seperti durian yang paling diminati di sini si Rampayak. Walaupun durian rampayak ini fisiknya kecil tapi rasanya pulen dan dagingnya tebal banget. Ada lagi si Belimbing, Semar, Pirlan dan si Tenjo,” tuturnya.

“Alhamdulillah, hari ini ada yang pesan 70 butir dari Bandung. Dia langsung mau datang ke garasi DJMA. Tentu ini keberkahan posting di media sosial, cara jualan saya dengan soft marketing. Dengan cara seperti itu saya tidak perlu sewa ruko atau tempat di pinggir jalan. Teras garasi rumah pun jadi solusi usaha. Alhamdulillah saya jadi banyak waktu berbagi dengan keluarga,” tambah Kang Asep.
Durian di DJMA dibanderol mulai dari Rp.30.000 ribu sampai dengan Rp. 100.000 ribu, murah banget kan. Kata Mang Asep, musim durian di Pandeglang berlangsung selama tiga bulan ke depan.

“Alhamdulillah, banyak yang datang ke sini, seperti kemarin Dewan Fitron Nur Ikhsan datang ke sini. Ia sering ngeborong durian di sini wabil khusus si Durian si Rampayak. Adanya DJMA ini jadi ajang menambah relasi pertemanan dan terus menjaga hubungan silaturahmi dengan teman,” pungkasnya.



