Petualangan Rasa di Jejamuran: Makan, Minum, bahkan Gelato dari Jamur

Oleh Adila Fikri Muslimah

Hari itu, saya dan ibu memutuskan untuk mencoba tempat kuliner yang unik dan berbeda di Yogyakarta. Bukan angkringan, bukan pula kafe kekinian, melainkan sebuah restoran yang sudah lama menarik perhatian saya yaitu Jejamuran. Berlokasi di Jalan Pandowoharjo, Niron, Sleman, tempat ini terkenal sebagai rumah makan dengan konsep olahan jamur yang menyeluruh. Mulai dari makanan utama, minuman, hingga gelato, semua berbahan dasar jamur.

Saya sudah sering mendengar tentang keistimewaan tempat ini, tapi baru kali itu saya berkesempatan mengunjunginya langsung. Perjalanan menuju Sleman ditemani udara yang sejuk dan suasana pedesaan, membuat rasa penasaran semakin besar.

Sambutan Unik di Depan Restoran

Begitu sampai di pintu masuk, mata saya langsung disambut pemandangan deretan jamur yang dibudidayakan. Ada jamur tiram putih dengan tudung lebar yang elegan, jamur tiram merah muda yang cantik menyerupai bunga, jamur kuping yang bentuknya unik, hingga jamur lingzhi yang kerap digunakan untuk pengobatan herbal.

Saya dan ibu pun tak melewatkan kesempatan untuk berfoto di spot ini. Rasanya seru, karena selain jadi latar yang instagramable, kami juga bisa belajar mengenali nama dan bentuk jamur-jamur tersebut. Ada papan keterangan kecil di tiap rak budidaya, sehingga saya benar-benar merasa sedang berkunjung ke sebuah kebun edukasi, bukan sekadar rumah makan.

Memasuki area dalam, suasana semakin membuat betah. Dari salah satu sudut, ada kolam ikan koi besar dengan air yang jernih. Puluhan ikan berwarna warni berenang hilir mudik, menciptakan pemandangan yang menenangkan. Ada pula papan bundar kayu di atas air, seakan-akan menjadi pijakan dekoratif yang unik. Pohon-pohon tinggi dengan daun rimbun menaungi area makan, menghadirkan kesan tropis sekaligus alami.

Terdapat pula kolam terapi ikan. Saya bahkan sempat duduk di pinggir kolam sambil merendam kaki, menikmati terapi ikan kecil yang menggigit lembut kulit. Rasanya geli sekaligus rileks, pengalaman yang tidak saya duga sebelumnya.

Suasana semakin lengkap ketika minuman pesanan datang. Segelas es carica dengan potongan buah kuning segar berpadu dengan es batu, serta es tape hijau yang manis dan menyegarkan, benar-benar jadi teman sempurna untuk siang itu.

Petualangan Rasa: Sate Jamur dan Jamur Asam Manis

Karena perut kami sudah agak kenyang sebelum datang, saya dan ibu memutuskan memesan satu porsi nasi saja, ditambah dua lauk utama yang membuat penasaran: sate jamur dan jamur asam manis.

Menu pertama yang datang adalah jamur asam manis. Disajikan dengan saus berwarna merah-oranye, tampilannya mirip ayam tepung. Saat digigit, tekstur renyah di luar berpadu dengan kelembutan di dalam. Rupanya menu ini menggunakan jamur tiram (Pleurotus ostreatus).

Jamur tiram memang punya rasa gurih ringan dengan sedikit manis alami. Teksturnya berserat lembut, bahkan bisa disuwir menyerupai ayam. Saat dipadukan dengan saus asam manis yang segar, rasanya begitu pas. Tidak kalah dengan olahan daging, malah terasa lebih ringan. Saya juga teringat manfaatnya yaitu kaya protein nabati, rendah kalori, dan baik untuk daya tahan tubuh.

Menu berikutnya adalah sate jamur. Tusukan jamur kancing yang dipanggang dengan bumbu kecap tampak menggoda. Saat saya coba, teksturnya padat, kenyal, dan terasa umami dengan aroma earthy khas jamur. Rasanya begitu mirip sate daging, tapi jelas lebih sehat dan ringan.

Jamur kancing (Agaricus bisporus) yang digunakan di menu ini mengandung vitamin D, B2, B3, dan antioksidan yang baik untuk metabolisme tubuh. Saya langsung berpikir, “Kalau jamur bisa dibuat olahan sate seperti ini, seharusnya bisa jadi alternatif sehat bagi banyak orang.”

Pilihan Menu Lain yang Menggoda

Selain dua menu tadi, Jejamuran menawarkan begitu banyak pilihan lain. Ada sop jamur hangat, tumis jamur lombok ijo yang pedas menggugah selera, mushroom katsu ala Jepang, nasi goreng jamur, enoki saus telur asin, hingga rendang jamur dan sempol jamur. Semua menu ini membuktikan betapa jamur bisa diolah menjadi berbagai kreasi, bukan sekadar pelengkap di masakan.

Saya sempat melihat kulkas yang berisikan gelato berbahan jamur. Rasanya unik sekali, perpaduan antara segar dan creamy, menambah kejutan dalam pengalaman kuliner ini.

Selain itu, ada pula minuman berbahan jamur yang tidak kalah unik. Misalnya Summer Breeze, minuman eksotis yang terbuat dari jus jeruk, sirup, dan jamur enoki yang memberi sensasi segar berbeda. Ada juga Wedang Jejamuran, minuman hangat khas yang memadukan jamur lingzhi/jamur ganoderma dengan rempah-rempah, cocok diminum saat cuaca dingin.

Sementara itu, Es Dawet Jejamuran menghadirkan sentuhan tradisional Jawa berupa campuran santan, gula aren, serta jelly yang terbuat dari tepung beras dan jamur. Ketiga minuman ini menambah kesan bahwa jamur bukan sekadar bahan lauk, tapi juga bisa diolah menjadi sajian minuman yang kreatif dan menyehatkan.

Fasilitas yang Lengkap

Jejamuran bukan hanya sekadar rumah makan, tapi benar-benar tempat wisata kuliner keluarga. Ada playground anak dengan ayunan dan perosotan, membuat anak-anak bisa bermain sambil orang tua menikmati hidangan.

Selain itu, saya menemukan area penjualan tanaman. Rak-rak kecil penuh dengan kaktus mini berbagai bentuk yang dibanderol murah, sekitar Rp15.000 saja. Rasanya tangan gatal ingin membeli beberapa untuk dibawa pulang.

Di jalur keluar, kami diarahkan melewati toko oleh-oleh. Di sini tersedia berbagai olahan jamur siap bawa, seperti keripik jamur, makanan kaleng, bahkan pernak-pernik bertema jamur. Saya merasa konsep ini benar-benar inovatif, karena membuat pengalaman berkunjung jadi lebih lengkap.

Kejutan Bertemu Pemilik

Hal yang tidak saya duga adalah bertemu langsung dengan pemilik Jejamuran. Beliau sempat menyapa meja kami dan menanyakan apakah makanan yang kami pesan sudah sesuai harapan. Saya merasa tersanjung, karena tidak semua restoran memberi perhatian langsung seperti itu. Ada kesan personal yang hangat, membuat pengalaman di Jejamuran terasa semakin istimewa.

Hari itu, saya pulang dengan perasaan penuh. Bukan hanya perut yang kenyang oleh sate jamur dan jamur asam manis, tapi juga hati yang senang karena bisa belajar, berfoto, dan menikmati suasana alam yang indah bersama ibu.

Jejamuran bukan sekadar rumah makan, tapi destinasi kuliner edukatif yang layak dikunjungi siapa saja yang mampir ke Yogyakarta. Dengan jam buka dari 09.00 pagi hingga 21.00 malam, tempat ini cocok untuk sarapan siang, makan malam keluarga, atau sekadar nongkrong sore.

Saya benar-benar merasa, Jejamuran menghadirkan sesuatu yang berbeda: pengalaman menyantap jamur dalam segala bentuknya, ditemani suasana asri, ikan koi yang berenang di kolam, terapi ikan, hingga minuman segar yang memanjakan lidah.

Kalau Anda sedang di Jogja, jangan lewatkan untuk mampir. Siapa tahu, seperti saya, Anda juga akan membawa pulang bukan hanya oleh-oleh jamur, tapi juga kenangan indah yang mengesankan.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==