Berangkat dari artikel dan video yang diberikan dalam Workshop Dramaturgi Postdramatik ini, para peserta diminta untuk membuat tiga bentuk atau genre pertunjukan yakni: Pidato Politik, Dongeng dan science fiction dari bahan berupa artikel dan video tentang hal kontroversial yang terjadi di belahan dunia lain.

Hujan menjadikan kita lebih akrab dan intens menyelam ke dalam diri dan membuat teks sebagai pondasi sebuah karya. Meski terkendala bahasa tapi workshop tetap terasa menyenangkan.

Sajian yang menarik dari fasilitator, Kai Tuchmann, dan juga penerjemah dari yang tadinya “kendala menjadi bukan lagi kendala”. Pelan-pelan karya dibentuk, dipresentasikan, dan diskusikan.

Agenda Workshop berjalan menyenangkan dan bersahabat. Kesiapan panitia juga menjadi poin penting dari keberhasilan Workshop Dramaturgi Postdramatik di hari pertama.

Setelah kami diajak visit ke Studio 56 dan menyaksikan pertunjukan dari IDRF Yogyakarta, akhirnya kami kembali ke tempat kami di Cube Hotel. Hari yang mengesankan, 31 Januari 2024 . Workshop di Sarang Building.




