Adapun prosesnya pada hari terakhir ini dimulai sejak jam 10.00 – 18:00 WIB atau delapan jam. Lama persiapan yang dilaksanakan dengan waktu sangat terbatas, tetap mampu dieksekusi dengan baik meski mungkin tak sempurna.

Kai Tuchmann berkali-kali menyarankan kepada para peserta Workshop untuk bisa menikmati pertunjukan mereka, karena di beberapa kelompok terlihat tegang dan nervous menghadapi presentasi di hadapan para penonton atau publik, yang tidak mengikuti proses bagaimana karya-karya tersebut diciptakan atau dikreasikan .

Malam menjelang, sekitar pukul 18.15 penonton mulai berdatangan ke Ada Sarang dari pelbagai kalangan yang didominasi seniman dan mahasiswa di sekitar Yogyakarta. Animo masyarakat Yogyakarta terbilang baik untuk urusan pertunjukan.

Acara dibuka Kai dengan memperlihatkan video dokumentasi utama dari keseluruhan dalam proses penciptaan, yakni video kontroversi terkait penemuan dr He Jiankue dalam bidang genetika yang terjadi di China. Dari sana keseluruhan karya dibentuk sebagai bahan dalam penciptaan karya posdramatik dalam Teater Dokumenter.

Pertunjukan yang berjalan memenuhi ruang dan berpindah-pindah tempat, memaksa para penonton mengambil peran untuk ikut perpikir tentang apa yang sedang dibuat oleh para peserta Workshop. Serta apakah para penonton bisa turut merasakan rasa sakit dari kontroversi video yang jadi bahan pembuat karya-karya peserta workshop.

Pada sesi tanya jawab, banyak pertanyaan menarik dan kegelisahan penonton terhadap apa yang mereka tonton tentang stereotip dongeng dan ada juga pertanyaan tentang seberapa berhasil pertunjukan dalam presentasi.

Menurut fasilitator Kai Tuchmann, “Soal keberhasilan dari presentasi ini dikembalikan kepada penonton.” Sebagian penonton mampu membaca maksudnya dari apa yang mereka lihat. Pertunjukan dan diskusi Pementasan ini berakhir pada sekitar jam 22.00 WIB . Ditutup dengan foto bersama .



