Rak Buku: Travelling Sambil Nulis Buku Bersama Gol A Gong

Menariknya dari Buku Antologi Part 3 “Travelling sambil Nulis Buku Bersama Gol A Gong” dari 36 kisah, 33-nya bercerita tentang indahnya pesona alam di Indonesia, ragam budayanya, makanan khasnya, ritual dan adatnya, serta asal-usul sejarah tempat tersebut.

Sebagai orang Indonesia yang tidak kemana-mana alias dirumah saja, aku berkali-kali berucap “Wah, ini di Indonesia kan?”, “Keren banget Negeriku”. Aku begitu takjub dengan berbagai tempat-tempat wisata yang ternyata ada di Indonesia. Selama ini yang kutahu hanyalah Candi Borobodur, Kawah Putih, Danau Toba dan tempat wisata umum yang orang awam tahu sepertiku. Tapi dari buku ini aku tahu bahwa di setiap sudut di Indonesia ternyata banyak potongan surga yang bertebaran.

Tak hanya pesona alamnya, tapi kisah dibalik itu juga membuatku kagum akan wisata sejarahnya. Salah satu keunikan Indonesia menurutku adalah selalu ada legenda dibalik berdirinya sebuah tempat wisata dan itu memperkaya keragaman yang ada di Indonesia. Seperti si Monyet dari Monkey Forest Bali yang merupakan keturunan Hanoman si Kera Suci.

Salah satu kota favoritku, Yogyakarta, kota kenangan dengan tradisi Jawanya yang melekat, tidak salah kenapa selalu ada yang ingin Kembali ke sana termasuk aku. Tapi lain kali jika ke Yogya aku tak ingin ke Candi Prambanan, aku ingin mengunjungi Candi keraton Ratu Boko, belajar sejarahnya, berfoto di depan reruntuhan candi, Lho kok reruntuhan? seperti kata penulis, reruntuhan candinya saja seindah itu apalagi ketika candinya masih berdiri kokoh pasti luar biasa cantiknya.

Sepertinya para penulis di buku ini selalu meninggalkan jejak kenangan dari tiap petualangan mereka, tak hanya memori tentang keindahannya tapi juga makna dan hikmah yang didapat dari tempat tersebut. Seperti kisah salah satu penulis, tak perlu jauh-jauh keliling Indonesia atau bahkan dunia, siapa sangka di Simpang Lima Semarang, penulis bisa mengajarkan arti berbagi kepada anak-anaknya. (*)

Identitas Buku
Judul BukuTravelling sambil Nulis Buku Bersama Gol A Gong #3 “Memori Indah Perjalanan dari Lai Uhuk Warinding sampai Ke Dubai”
PenerbitSatria Indra Prasta (SIP) Publishing
Tahun Terbit2023
Terdiri dari36 Judul
Jumlah halaman278

TENTANG PENULIS: Nursittah Nasution, lahir dan besar di Kampung Kecil Ujung Gading, perbatasan Sumbar-Sumut, 20 Mei 1993. Tahun 2012 memutuskan merantau ke Bumi Sriwijaya hingga hari ini. Selain hobi membaca buku, penulis juga memiliki ketertarikan pada dunia kepenulisan. Cerpen pertama dimuat di majalah dinding sekolah tahun 2006, beberapa kali ikut serta dalam penulisan buku Antologi Bersama #Nulisyuk yang berjudul “Menabung Cinta untuk Orangtua” dan “Supermom”. Sejak tahun 2014 tergabung dalam komunitas FLP (Forum Lingkar Pena). Beberapa kali memangkan lomba menulis yang diadakan secara online. Total 9 Karya penulis dimuat di majalah online Trivia dan Fimela. Penulis dapat di sapa melalui Instagram: Nursittah Nasution dan Email: sittahnasution@gmail.com. Kontak WA 0812 7140 8030.

RAK BUKU mulai Mei 2024 tayang dua minggu sekali, setiap hari Rabu, gantian dengan FIKSI MINI. Rak Buku adalah resensi buku. Upayakan tulisannya membangun suasana lokasi membaca, personal literatur. Boleh juga menulis seperti catatan perjalanan. Panjang tulisan 500 hingga 700 kata. Honor Rp. 100 ribu. Sertakan foto diri, bio narasi singkat, identitas buku, nomor WA, rekening bank, foto-foto cover buku,  penulisnya sedang membaca bukunya. Kirim ke email golagongkreatif@gmail.com dan gongtravelling@gmail.com dengan subjek: Rak Buku.

golagong

Duta Baca Indonesia 2021-2025 - Penulis 125 buku - Motivator Menulis - Pendiri Rumah Dunia

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==