Ting… notifikasi hp saya berbunyi. Saya baca info dari Rudi Rustandi yang memberi kabar bahwa Tim Safari DBI akan segera sampai. “25 menit lagi ke alun-alun. Tunggu di depan masjid”. Kemudian, saya bergegas siap-siap untuk menyambut Tim Safari Literasi DBI.

Saya sudah lama tidak berkegiatan seperti Safari Literasi ini bareng Tim Safari Literasi DBI. Terakhir tahun lalu, saat safari literasi di Maluku. Alhamdulillah, saya berhasil menuliskan catatan perjalanannya yang berjudul; CINTA, KATA, DAN DOA: Seminggu Safari Literasi Maluku (Epigraf 2022).

Saya merasa, pertemuan kali ini bakal menjadi momentum saya untuk temu kangen sambil belajar kembali bareng Tim. Saya merasa bersyukur masih bisa ikut program DBI di Batu tahun ini karena program ini merupakan salah satu program unggulan DBI.

25 menit berlalu, akhirnya Tim Safari Literasi DBI — saya, Bang Rudi, dan Mas Golagong — bisa berkumpul kembali. Namun sayang, Kang Daniel Mahendra belum bisa ikut bergabung. Seketika ingatan saya melayang tentang sebuah perjalanan panjang menyusuri pulau Jawa, Bali, NTB, NTT selama 82 hari. Inget waktu saya baca puisi “Bunga”, dan seorang “Gadis Pantai”, bahkan candaan-candaan di dalam Mobil “Si Biru” yang begitu mengembirakan.

Saya perhatikan dari paras wajah tiga orang yang membuat saya kuat tersebut. Nampaknya, tidak banyak berubah dari kondisi fisik. Namun, Bang Rudi dari soal status, sekarang dia sudah menikah. Mas Gong pun sudah ada penghargaan terbaru: Kick Andy Special Hero 2023. Alhamdulillah, saya pun bisa mendapatkan beasiswa S2 di Malang.


