Seperti biasa, saya bangun di sepetiga malam, salat dan menulis. Istri sudah bangun menyiapkan makanan sahur. Kembang api meledak di langit kampung dan menyala. Saya bergegas keluar. Masih ada satu dan dua ledakan lagi. Warga Kampug Ciloang, Kota Serang, memang gemar menyalakan kembang api. Nanti akan lebih meriah lagi di malam takbiran. Ini sahur terakhir puasa Ramadan 2025.
Anak-anak kampung mulai menabuh beduk keliling kampung. Mereka berteriak, “Sahur, sahur!” Bahkan keliling Komplek Hegar Alam. Kami tinggal di sini – membangun Rumah Dunia – sejak 1998. Sejak itulah kami mulai akrab dengan tradisi sahur dan takbiran di kampung Ciloang. Ini tidak berbeda saat saya kecil, tinggal di Komplek Guru, Jl. Yusuf Martadilaga, alun-alun Kota Serang.

Sementara itu di balik kemenangan kita sebagai orang Islam dalam menyambut Lebaran 2025, Myanmar dan Bangkok diguncang gempa berkekuatan M 7,7. Korban tewas 600 jiwa! Kita bacakan doa terbaik untuk mereka: alfatihah.
Gol A Gong



