Sarapan Kata 65: Adat Sepanjang Jala, Cupak Sepanjang Betung peribahasa ini artinya “menipu atau menutupi keadaan sebenarnya”. Tidak beda dengan pembohong. Hati-hati saja dengan orang yang bermulut manis, tapi ternyata bermuka masam.
Peribahasa “Adat Sepanjang Jala, Cupak Sepanjang Betung” memiliki makna bahwa seseorang bisa menipu atau menyembunyikan keadaan sebenarnya. Ini menggambarkan orang yang bermuka dua, berbeda antara perkataan dan perbuatannya.
Makna dan Penjelasan
- Orang yang Suka Menipu atau Bermuka Dua
- Seseorang yang kelihatannya baik, tetapi sebenarnya menyembunyikan niat buruk.
- Ketidaksesuaian antara Kata dan Tindakan
- Seseorang bisa berbicara manis, tapi kelakuannya berbeda.
- Peringatan untuk Lebih Berhati-hati
- Jangan mudah percaya pada orang yang terlalu manis perkataannya tanpa melihat tindakannya.

Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
- Politikus yang Berjanji Manis
- Saat kampanye, mereka berjanji akan membangun banyak hal, tetapi setelah terpilih, mereka menghilang.
- Teman yang Bermuka Dua
- Di depan, ia bersikap baik, tetapi di belakang, ia menjelek-jelekkan kita.
- Penipuan dalam Bisnis
- Seseorang menawarkan investasi menggiurkan, tapi ternyata itu hanya kedok untuk menipu.
Pesan Moral
- Jangan mudah percaya pada kata-kata manis tanpa melihat tindakan nyata.
- Berhati-hatilah dengan orang yang tampak terlalu baik tetapi ada sesuatu yang mencurigakan.
- Lebih baik menilai seseorang dari perbuatannya, bukan hanya dari ucapannya.



