Saat saya mencium kening Emak, berpamitan ke Maluku. Emak sudah tidak bereaksi.
Sewaktu muda, saya sering berpamitan meninggalkan Emak untuk traveling. Tapi saya pulang menemui Emak dan kembali merencanakan perjalanan berikut.

Sekarang, saya tentu pulang tapi Emak tidak ada lagi. Ini ibarat buku Epilog Balada Si Roy.
Sangat berat meninggalkan Emak yang sedang berproses menghadapNya kemarin.
Saya harus ke Maluku. Saya tidak mungkin membatalkan Safari Literasi di Maluku. Ini ibarat tentara ke medan perang.

Pemprov Maluku sudah merancang Safari Literasi sejak Oktober 2021 APBD, panitia, lokasi acara sudah disiapkan.

Keluarga juga mengizinkan. Saya ke Maluku berkampanye surat Al Alaq, bukan untuk bersenang-senang. Ini bagian dari jihad literasi juga.
Semoga ada pahala mengalir untuk Emak dari apa yang saya lakukan.

Mohon maaf lahir dan batin.
Pada akhirnya…
Sekali lagi terima kasih
Gol A Gong


