Namiya pemilik toko kelontong yang semasa hidupnya membantu warga dengan memberi saran dengan surat kaleng yang diselipkan melalui lubang surat, kemudian surat balasan yang ia tulis akan disimpan di kotak susu samping toko kelontong, agar orang–orang yang meminta saran dapat mengambilnya sendiri.

Suatu malam ketiga pemuda terlihat berlarian mencari tempat bersembunyi setelah melakukan pencurian, tanpa berpikir panjang mereka masuk ke dalam rumah tua tak berpenghuni yang ternyata itu adalah toko kelontong Namiya, sepucuk surat misterius datang dari lubang surat, surat permintaan saran.

Dalam satu malam mereka menggantikan peran Pak Namiya untuk memberi saran melalui surat – surat yang dikirim, tetapi aneh surat yang dikirim seperti datang dari masa lalu, siapa kelinci bulan, siapa musisi toko ikan, nama–nama yang sangat aneh pikir Atsuya dan kawan–kawan, salah satu dari mereka berpikir untuk membalas surat–surat tersebut dengan memberikan pendapat dan saran seperti yang Pak Namiya lakukan, sembari menunggu pagi dan setelah itu mereka berencana kabur membaur dengan orang-orang yang akan berangkat bekerja, tapi saat fajar menjelang hidup ketiga sahabat itu tak akan lagi sama.

Untuk Seseorang Tanpa Nama
Saya mencoba memikirkan alasan apa yang mendorong Anda mengirimkan kertas kosong pada kakek – kakek seperti saya. Jelas ini sesuatu yang penting dan saya tidak boleh menulis jawaban yang asal–asalan.
…..
Cobalah untuk mengubah sudut pandang. Karena peta Anda masih berupa kertas kosong. Anda jadi bebas menggambar apa saja. Semuanya terserah pada Anda. Anda bebas melakukan apa saja karena kesempatan terbentang luas di hadapan Anda. Bagi saya, ini adalah hal menakjubkan. Percayalah pada diri sendiri. Saya doakan semoga Anda bisa menjalani hidup dengan bebas tanpa penyesalan. Setelah ini, saya tidak akan pernah lagi menulis surat balasan untuk permintaan konsultasi. Tapi saya ucapkan terima kasih banyak atas pernyataan yang luar biasa menggugah ini.

Toko Kelontong Namiya
Menurut saya keunggulan novel ini, ketika membaca kita diajak untuk berpikir kritis dengan cara mencari benang merah dari kisah yang diceritakan. Dengan alur maju mundur membuat saya sebagai pembaca perlu usaha lebih untuk memahami alur novel tersebut, Cerita yang melintasi ruang dan waktu mampu membawa perubahan pada tiga tokoh pemuda yang masih mencari jati diri Atsuya, Kohei, dan Shuto.

Buku ini cocok untuk semua kalangan usia. Pelajaran yang dapat saya ambil dari novel ini, dengan kata-kata kita bisa membantu seseorang yang mungkin sudah menyerah dengan hidupnya, seperti kata – kata yang pak Namiya susun dalam setiap balasan surat–suratnya yang mampu menghidupkan harapan dan impian dari para pelanggannya.

Kadang kita enggan bercerita tentang pikiran, masalah, dan kegundahan yang ada di hati kita, takut orang lain tahu atau takut untuk dihakimi karena keputusan yang kita ambil, tapi Pak Namiya menjadikan toko kelontongnya sebagai tempat untuk orang – orang menuliskan kisahnya, memberi saran tanpa pandang bulu dan menghakimi.

Judul Buku: Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Penulis: Keigo Higashino
Penerbit: Kadokawa Shoten / Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2012 / 2020
Tebal buku: 400 Hal, 20 Cm

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://www.instagram.com/golagongkreatif?igsh=MXVlZDR5ODlwd3NsdQ==