Dari Rumah Dunia dapat ilmu dan wawasan banyak. Nambah jaringan relasi. Diajarkan nulis dari nol sampai bisa. Orang-orang di dalamnya keren-keren dan memotivasi. Terima kasih banyak Rumah Dunia
Dapat Relasi dan Jodoh di Rumah Dunia

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Dari Rumah Dunia dapat ilmu dan wawasan banyak. Nambah jaringan relasi. Diajarkan nulis dari nol sampai bisa. Orang-orang di dalamnya keren-keren dan memotivasi. Terima kasih banyak Rumah Dunia

Tak akan ada lagi penutup percakapan semacam, “Gitu ya, Bu! Tengkyu, Bu. Yuk, yuk, assalaamu’alaikum.”
Selamat mendiami tempat nyaman, Om. Selamat menunggu panggilan memasuki Jannah dengan tenang.
Al Fatihah untuk Abdul Salam bin H Husni. Allahummaghfirlahuu warhamhu wa’aafihi wa’fu’anhu

Momen yang paling diingat bagi saya tentang Bang Salam, saat menang lomba video pendek juara 3 se-Kota Serang. Beliau tampak semangat mendorong saya untuk naik ke podium.

Terima kasih, Bang. Bang Salam sudah mengajarkan banyak hal. Maaf juga kalau selama jadi relawan belum sepenuhnya mampu jadi seperti yang Bang Salam harapkan.

Terimakasih banyak om Salam, atas semua ilmu yang telah diberikan kepada aku. Tanpamu, aku tidak akan bisa jadi seorang mahasiswa film. Sekali lagi terimakasih banyak. Semoga kebaikan beliau bisa menjadi jalan menuju pintu surga

Bang Salam, di hari kau disalatkan, aku melihat istrimu Dio dan buah hatimu Ozora berdiri di pelataran Masjid, menunggu jamaah lain selesai membacakan doa untukmu. Air Mataku tak bisa kubendung, aku tak bisa berbuat apa-apa, kukecup kening Ozora, anak tampan yang akan meneruskan perjuangan ayahnya di Rumah Dunia.

Kalaupun aku diminta untuk bersaksi, aku tidak sanggup. Aku juga bingung kesaksian atas peristiwa dan kenangan mana yang harus kuceritakan. Tidak ada peristiwa istimewa saat kita bersama. Aku pernah pergi ke laut bersamamu, aku pernah pergi ke hutan, ke bukit, ke pulau juga ke pasar juga bersamamu. Semuanya tidak ada yang istimewa, semuanya sangat istimewa.

Di Rumah Dunia kita sebisa mungkin meraih mereka (anak-anak) untuk bermain, untuk belajar, dan untuk mengenal dirinya. Siapa tahu ke depan, anak-anak ini bisa menjadi generasi yang lebih baik dari generasi hari ini

Salah satu kenangan paling membekas adalah kebiasaan Abdul Salam menolong orang lemah. Ia pernah memborong dagangan seorang pedagang tua yang sepi pembeli, lalu membagikan dagangan itu kepada kami. Ketika saya bertanya mengapa ia melakukannya, ia hanya menjawab, “Biar bapak/ibunya cepat pulang dan istirahat.”

Saat melihat lihat kembali album di fb, ternyata Salam adalah relawan Rumah Dunia yang fotonya paling banyak di jepretan saya. Ya Robb, duka ini rasanya begitu dalam. Duka kehilangan seorang guru, seorang teman yang hangat.

Kakang tidak pernah tahu akhir dari perjuangan kita di tempat ini. Tapi ketahuilah, di tempat ini kita pernah menangis bersama, bergandengan tangan bersama dan doa bersama. Kakang bangga dengan istrimu, yang sangat tabah dan kuat mengurusmu tanpa pulang sekalipun dari tempat ini.

Ketika kehilangan seseorang, bukan berarti kita berhenti melangkah. Hidup harus tetap berjalan, dan kita harus mengikhlaskan yang telah pergi.

Salam sangat semangat dan meyakinkan kalau novel saya akan selamat sampai tujuan. Padahal saya tau dia belum tidur. Tapi matanya terus menyala, memeriksa bus dan nomor serinya. Hingga kemudian, “Itu busnya, Kang!” Alhamdulillah. Novel KML pun selamat. Salam pun istirahat. Selamat tidur, Abdul Salam.

Abdul Salam, Presiden Rumah Dunia, di tahun 2017 lalu adalah orang yang paling berjasa dalam penerbitan buku puisi tunggal pertama saya, “Hujan Kau Selalu Begitu”, mulai dari editor, pembuatan cover, diskusi ini itu, hingga buku diluncurkan dan di bedah di Rumah Dunia, Serang, Banten, dalam rangkaian perayaan Hari Buku Dunia.

Berduka adalah hal yang wajar, tetapi cara menutup luka adalah sesuatu yang harus diupayakan agar kita tidak tenggelam dalam kesedihan.

Kamu pernah kehilangan orang yang spesial? Begitulah kami merasakannya. Namanya Abdul Salam, Presiden Rumah Dunia, meninggalkan kami dengan cinta yang nyalanya abadi di hati kami.a

Saya belum memiliki prestasi apa-apa di Rumah Dunia. Abdul Salam yang berprestasi untuk kita semua. Apa yang dilakukannya berguna untuk membenarkan semua harapan dan aspirasi yang ditanamkan dalam komunitas Rumah Dunia.