Istriku Penjahit seperti Mama Roy di Novel Balada Si Roy

Ini tentang literasi keluarga. Selain buku, tentu kegiatan lainnya di rumah yang rutin dilakukan adalah berebun, diskusi dengan anak-anak juga isteri (isteri kata tidak baku). Seperti istriku yang senang menjahit. Ibunya memang penjahit di Solo. Ibunya pemasok pakaian ke perushaaan besar di Solo. Di novel Balada Si Roy – filmnya akan tayang akhir 2022 ini, ibunya Roy juga penjahit. Ini tentu bukan sesuatu yang remeh-temeh. Pasti Tuhan sudah mengatur.

Status yang ditulis Tias per 2 Juli 2022:

Ini juga baru sempat dieksekusi sekarang. Kainnya dari Teh @annisdiniati , hampura Teteh baru dijahit sekarang😘Motifnya kujang kalau nggak salah, dari Jawa Barat. Kainnya adem banget, kayak hatiku waktu menyelesaikan jahitannya. ❤️ *

Gol A Gong

Bangga Bersarung Saat Traveling

Saya bermimpi traveling mengelilingi dunia menggunakan sarung dan kemeja batik, tentu dengan ikat kepala atau topi. Tapi tampaknya jika di Eropa jangan pas musim dingin. Hiiih, kebayang udara dingin menyusup ke dalam sarung. Dresscode sarungan ini memang hanya bisa di Asia dan Afrika. (GG)

Bangga Sarungan ala Baduy di Singapura

Di foto ini saya menggunakan sarung berwarna putih, kemeja dengan motif batik Baduy, dan ikat kepala berwarna hitam. Setiap traveling, saya nyaman bersarung. Pernah di Singapura, didatangi polisi. Mereka menanyakan paspor dan kenapa memakai sarung. Saya jawab saja, “Saya turis. Mau shoping dan bangga dengan sarung serta batik Indonesia.” Kalau di India, Bangladesh, Pakistan, Bangkok, Kamboja, Vietnam, dan Laos bersarung tidak jadi masalah. Gara-gara pandemi, rencana traveling ke beberapa daerah dan Kamboja-Vietnam gagal. (GG)

Sarung, Kemeja Batik, Topi, dan Ikat Kepala

Selama tiga tahun terakhir ini, 2017 – 2020, saya gemar menggunakan sarung, kemeja batik, ikat kepala atau topi laken. Anggap saja itu dresscode. Soal sarung, tentu selain terkait ke tradisi sarungan negeri ini, perut saya juga semakin buncit. Dengan sarung, jadi terasa plong. Saya memborong sarung murah-meriah sartu lusin di Pasar Rawu, Kota Serang. Mulai dari warna hitam, putih, merah, biru, hijau, coklat, setiap warna dua buah. Kemejanya dibuatkan istri. Setiap saya pulang memberi pelatihan dari sebuah daerah, selalu ada oleh-oleh batik dari daerah tersebut. Tias Tatanka membuat disainnya. Saya senang memakainya. Bagaimana 2021 nnati? Masihkah drresscode-nya batik dan sarung? (GG)

error

Enjoy this blog? Please spread the word :)