Sejak Agustu 2024, Gol A Gong dan SIP Publishing membuka Kelas Novel 3 Babak Bertabur Konflik. Sudah 3 angkatan. Setiap angkatan tidak lebih dari 10 orang.
Jejak Kisah dari Jendela Sekolah

Dunia Kata, Dunia Imajinasi

Sejak Agustu 2024, Gol A Gong dan SIP Publishing membuka Kelas Novel 3 Babak Bertabur Konflik. Sudah 3 angkatan. Setiap angkatan tidak lebih dari 10 orang.

Toni yang penggemar pakaian dan aksesoris serba orange ini bercerita tentang novel pertamanya, “Novel ini menceritakan kisah persahabatan 4 cewek cantik yang pernah diramalkan jodohnya lewat makanan yang ada di balik tudung saji.”

Luka dan duka yang mendalam menghantam si tokoh Laras tak henti-henti, menggerogoti jiwanya. Apakah Laras mampu bertahan? Atau, akankah dia pun lenyap ditelan kesedihan yang tak berujung?

Selama ini kita mengenal Andrea Hirata dari Belitung. Kita juga mengenal Sunlie Thomas Alexander dari Belinyu. Sekarang Toboali di Bangka Selatan tumbuh jadi pusat gerakan literasi di Bangka Belitung. Komunitas literasinya tumbuh pesat dan guyub. Para penulisnya bertahan dan saling dukung. Toni Pratama, mulai merintis dengan novel perdananya yang berjudul “Cinta di Bawah Tudung Saji” yang diterbitkan Bhuana Ilmu Populer Gramedia.

Saya selalu tertegun jika melihat Teh Pipiet seperti Jum’at malam kemarin, 8 November 2024 di “Pak Menteri Ngariung”, Kantor Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Rawamangun, Jakarta. Kabar yang selalu sampai ke saya biasanya ada dua: kabar pertama buku barunya, kedua di ruang ICU

Ini fiksi mini. Harus 1 lokasi, 1 peristiwa, 1 waktu, dan twist ending. Maka saya akan memulai ceritanya dari Riska kehilangan HP dan menuduh Bram. Beberapa temannya juga menuduh Bram, tapi beberapa temannya datang dengan malingnya!

Buku “Aku Dan Duta Baca” sudah diluncurkan di Perpusnas Writers Festival IV Jepara, lanjut ke Mataram, Pangkal Pinang, Toboali, dan kini Makassar. Semoga bisa ke kotamu, ya.

Duta Baca Daerah atau Indonesia harus menjadi tauladan bagi masyarakat dalam 2 hal, yaitu membaca dan menulis. Sebagai Duta Baca Indonesia, saya menginisiasi penerbitan 3 buku ini, berkolaborasi dari pegiat literasi dan Duta Baca Indonesia.

Ada apa dengan salon? Saya selalu senang berada di salon. Imajinasinya jadi liar. Putra saya, Jordy – 5 tahun kala itu, pernah dicukur di salon. Dia nyeletuk, “Mbak bencong atau bukan?”

Begitu mendarat, saya meminta kursi roda. Setelah penumpang semua turun, pramugari memohon maaf lagi. Kata dia, kursi roda sedang dipesankan tapi butuh waktu. Saya memilih jalan saja, tertatih-tatih.

Antologi fiksi mini “Bandara” (SIP Publishing, Oktober 2024) adalah tugas akhr peserta Kelas Menulis bersama Gol A Gong. Kamu tergabung di sini?

Buku fiksi mini berjudul “Bandara” ini hasil dari pelatihan Agustus 2024. Akan ada 4 buku diterbitkan. Panteng terus info-info tentang pelatihan menulis saya bersama SIP Publishing. Ayo, gabung.

Saya sebagai orang tua, ketika membaca tulisan di buku ini, ikut merasakan betul perjuangan mereka mengumpulkan persyaratan untuk menerima beasiswa, dana yang terbatas tidak mengendorkan semangat mereka meraih beasiswa. Tanpa terasa kedua mata saya basah. Mereka adalah anak-anak saya juga.

“KETIKA KELEDAI MEMBAWA BUKU” adalah dokumentasi yang berharga bagi siapa saja yang ingin memperdalam pemahaman tentang kekayaan budaya, sastra, dan seni Indonesia, serta sebuah penghormatan terhadap dedikasi penulis dalam mengabadikan momen-momen penting di halaman budaya, seni, dan sastra selama beberapa tahun terakhir.

Dakwah Islam yang dibangun oleh para ulama yang tangguh dan cerdas serta didukung oleh para Raja Islam yang pemberani, membuat Islam sangat cepat tersebar di pulau Jawa maupun di seluruh Nusantara.

Nalar pedagogi Pancasila berusaha menggali dan mengembangkan konsep pendidikan yang sesuai dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, sebagai sistem budaya yang hidup dalam sejarah bangsa Indonesia.

Gagasan inti pemikiran-pemikiran yang tertuang dalam buku ini adalah menjadikan Pancasila sebagai basis nalar sistem pendidikan nasional kita. Nalar pedagogi Pancasila berusaha menggali dan mengembangkan konsep pendidikan yang sesuai dengan Pancasila sebagai kepribadian bangsa Indonesia, sebagai sistem budaya yang hidup dalam sejarah bangsa Indonesia